Militer Tukri pada Jumat (Sabtu WIB 16/7/2016)) mengklaim telah mengambil alih kuasa, sementara perdana menteri menyatakan upaya percobaan kudeta akan digagalkan, seraya menjamin pemerintahan terpilih masih punya kewenangan yang sah.
Jika berhasil, kudeta terhadap Presiden Tayyip Erdogan, berkuasa di Turki sejak 2003, akan menjadi pemindahan kuasa terbesar negara Timur Tengah itu, hingga mengubah tatanan negara sekutu terpenting Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan, pemerintahan terpilih masih tetap berwenang atas jabatannya.
Saat ini belum ada komentar langsung dari Presiden Erdogan. Namun, seorang sumber dari kantor kepresidenan mengatakan, presiden dipastikan aman.
Akibat percobaan kudeta itu, bandara pun ditutup, akses internet ke laman media sosial juga diputus. Bahkan tentara ikut menyegel dua jembatan Bosphorus, Istanbul yang salah satunya masih menyalakan lampu berwarna merah, putih, biru sebagai aksi solidaritas terhadap korban penabrakan truk di Prancis pada Hari Bastille sehari sebelumnya.
Televisi pemerintah TRT mengumumkan aturan jam malam di seluruh negeri.
Penyiar membacakan pernyataan sesuai perintah militer, menuduh bahwa pemerintah telah mengancam demokrasi dan aturan hukum sekuler negara itu.
Negara itu akan dijalankan oleh "dewan damai" yang akan menjamin keamanan warga, katanya.
Menteri Luar (Menlu) Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov berkomentar usai pertemuan di Moskow, keduanya berharap pihak terkait dapat menghindari kemungkinan pertumpahan darah.
Turki, negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dengan kekuatan militer besar kedua di blok barat, merupakan sekutu terpenting AS berperang melawan pegaris keras IS.
Negara itu merupakan pendukung utama oposisi Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam perang warga di negara itu, serta menjadi negara tujuan yang menampung dua juta pengungsi Suriah.
Turki tengah menghadapi perang dengan kelompok pembelot Kurdi, juga sempat banyak diserang aksi penembakan dan bom tahun ini, termasuk insiden dua pekan lalu oleh pegaris keras IS di bandara utama Istanbul, menewaskan lebih dari 40 orang.
Seorang sumber pejabat senior Uni Eropa (UE) yang mengamati situasi itu berujar, "aksi itu tampak seperti kudeta yang dikoordinasi badan penting militer, bukan hanya sejumlah kolonel, mereka telah menguasai bandara, juga stasiun televisi, bahkan tentara juga mengambil alih beberapa lokasi strategis di Istanbul." "Melihat situasi di sana, cukup sulit membayangkan aksi itu akan berlangsung singkat. Operasi itu tak dilakukan oleh beberapa kolonel," terang sumber itu mengulangi.
Acara santap malam antara duta besar Turki untuk ibukota Eropa bersama seorang diplomat Eropa sempat terganggu oleh bunyi pesan darurat dari telepon genggam para tamu.
"Aksi itu tentu bukan kudeta kecil. Dubes Turki tampak terkejut dan menanggapinya dengan serius," kata seorang diplomat usai acara santap malam dibubarkan.
"Namun pagi ini terlihat, upaya itu akan berdampak besar bagi Turki. Hal itu tidak datang dari tempat lain." Dalam pernyataan via surat elektronik dan dilaporkan oleh sejumlah saluran televisi, militer menyatakan, pihaknya telah mengambil alih kekuasaan demi melindungi demokrasi dan hak asasi manusia.
Seluruh hubungan luar negeri Turki saat ini akan berjalan, dan penegakan hukum tetap jadi prioritas utama, katanya.
Kantor berita pemerintah Anadolu mengatakan, kepala staf militer merupakan salah satu "tawanan" yang ditahan di ibukota Turki, Ankara.
Salah satu media, CNN Turki turut melaporkan bahwa para tawanan tengah ditahan di markas militer.
Usai menjabat sebagai perdana menteri dari 2003, Erdogan terpilih sebagai presiden pada 2014.
Ia berencana mengubah undang-undang demi memberi kekuasaan lebih pada pejabat eksekutif.
Partai pendukungnya, AK, berakar pada ideologi islam, memiliki hubungan cukup tegang dengan militer dan partai nasionalis yang didirikan atas prinsip sekuler usai Perang Dunia I.
Militer sendiri memiliki catatan sejarah atas sejumlah aksi kudeta demi mempertahankan prinsip sekuler, tetapi pihaknya belum pernah langsung berkuasa sejak 1980.
Yildirim mengatakan, sebuah kelompok dalam militer telah berupaya menggulingkan pemerintahan yang sah, dan pasukan keamanan telah dikerahkan demi "melakukan hal yang dibutuhkan." "Sejumlah orang melakukan tindakan ilegal di luar rantai komando," ungkap Yildirim seperti disiarkan saluran televisi swasta.
"Pemerintahan terpilih tetap yang berkuasa. Pemerintah akan mundur jika rakyat yang meminta." Dalang di balik percobaan kudeta ini akan menerima ganjaran yang setimpal, tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Carlos Espi Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Jose Mourinho: Kami Beruntung
-
Viral Kembalikan Uang COD Rp92 Juta, Kurir Syarif Dapat Apresiasi Renovasi Rumah oleh SPX
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?
-
Review Drama Beyond Evil, Misteri Hilangnya Warga Munju
-
Apakah Rice Cooker Low Carbo Efektif Kurangi Karbohidrat? Awas Tertipu, Ini Faktanya
-
Prabowo Bakal Datang ke NTT, Istana: Dalam Waktu Dekat
-
STY Klaim Persiapan Hampir Sempurna, Persija Bakal Tancap Gas di Super League
-
Eks Bomber Belanda Kecam Aksi Brutal Ole Romeny: Kelemahan Striker Timnas Indonesia
-
Kabar Gembira Anak Muda Bogor! Eks Gedung Kesenian Cibinong Disulap Jadi Siliwangi Center
-
Monster Hands: Ketika Monster Bawah Tempat Tidur Tak Lagi Menakutkan