News / Nasional
Minggu, 17 Juli 2016 | 16:42 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers terkait proses fit and proper test bakal Cagub DKI di DPP PDIP, Jakarta, Rabu (11/5/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristyanto mengaku belum mengikuti perkembangan terakhir soal isu reshuffle. Isu ini menguat dan disebut-sebut akan terjadi setelah Lebaran tahun ini.

Kendati demikian, Hasto yakin Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan komunikasi intensif dengan ketua umum partai pendukung untuk membahas reshuffle .

"Ini suasana baru Lebaran. Kita tunggulah sinyal dari Presiden. Saya sendiri baru liburan lebaran. Saya belum tahu dinamika yang terjadi di Jakarta. Apakah presiden secara khusus telah membahas dengan Ketua Umum, kami baru aktivitas hari ini," kata Hasto ‎di sela-sela acara Diskusi Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDI Perjuangan, Gedung Bimasena, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2016).

PAN dan Golkar belakangan mengubah alur kebijakan politiknya dengan menjadi pendukung pemerintah. Menurut Hasto, dukungan politik seperti ini memang diperlukan. Selain mendukung kebijakan pemerintah di eksekutif, tambahan partai politik juga bisa membantu ‎memberikan dukungan di legislatif.

"Dengan dukungan Golkar dan PAN, tentu saja ini akan memperkuat konsolidasi pemerintahan Pak Jokowi, apakah dukungan itu kemudian juga dimanifestasikan ke dalam susunan atau representasi adanya anggota Golkar dan PAN itu bagian dari hak prerogatif presiden," kata dia.

Menurutnya, setiap partai politik tentu menginginkan kadernya menjabat di pemerintahan. Karena, menurutnya, sudah menjadi tugas partai untuk menempatkan kader terbaiknya dalam jabatan strategis.

"Sehingga sangat wajar partai mendorong dalam penempatan jabatan stragegisnya, demi terlaksananya kebijakan strategis partai yang juga melekat dengan kebijakan bernegara, untuk menempatkan kader-kadernya," ucap Hasto.

Load More