Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengajak para olimpian untuk memberikan motivasi kepada atlet Indonesia yang akan berjuang pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 5-21 Agustus mendatang.
"Kami harapkan mereka juga berperan untuk memberikan motivasi pada adik-adiknya," kata Menpora usai menerima perwakilan olimpian di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
Olimpian yang melakukan audiensi dengan Menpora merupakan atlet yang sukses meraih medali pada kejuaraan multi event paling bergengsi di dunia itu. Dengan prestasi yang diraih diharapkan mampu menjadi acuan untuk atlet yang akan berjuang di Brazil.
Peraih medali olimpiade yang diharapkan memberikan motivasi diantaranya adalah Susy Susanti, Alan Budi Kusuma, Taufik Hidayat, Candra Wijaya, Eddy Hartono, Deny Kantono, Tri Kusharjanto hingga peraih medali pertama Indonesia di olimpiade, yakni Nurfitriyana.
"Tradisi emas harus kembali diraih. Makanya dukungan, motivasi dari semuanya harus terus diberikan atlet yang akan berjuang disana (Brasil)," ujar pria yang akrab di Cak Imam ini.
Pada Olimpiade 2016, Indonesia meloloskan 28 atlet untuk berjuang pada kejuaraan empat tahunan itu. Dari jumlah tersebut 10 di antaranya adalah atlet bulutangkis. Selama ini, bulutangkis menjadi tulang punggung untuk meraih medali.
Peluang untuk meraih medali dari cabang olahraga ini memang cukup besar karena Indonesia memiliki pemain potensial. Untuk ganda putra ada pasangan Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan.
Ganda campuran ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto. Sedangkan ganda putri ada Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.
Dengan kekuatan yang ada saat ini, peluang cabang bulutangkis untuk meraih medali emas memang cukup terbuka. Apalagi, pemain yang lolos sudah sarat pengalaman dan memiliki rekor bagus di olimpiade seperti Hendra Setiawan yang sudah merasakan medali emas bersama Markis Kido.
Selain dari cabang bulu tangkis, Indonesia juga berpeluang mengejar medali dari cabang angkat besi. Adalah Eko Yuli Irawan yang menjadi ujung tombak untuk mengharumkan nama bangsa di Olimpiade Brasil.
Sementara itu perwakilan olimpian, Candra Wijaya, mengaku siap memberikan motivasi. Apalagi dukungan kepada atlet Indonesia yang berjuang dikancah internasional selama ini selalu diberikan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag