Suara.com - Sedikitnya 300 warga Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengungsi akibat bencana pergerakan tanah yang melanda daerah mereka sejak Selasa (19/7/2016).
"Ada sekitar 80 kepala keluarga yang lebih memilih mengungsi karena musibah ini dengan rincian 20 KK di Desa Nagrakjaya dan 60 KK di Desa Cimenteng, bahkan dari pendataan sementara yang kami lakukan ada ratusan rumah yang kondisinya rusak," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Usman Susilo, dikutip dari Antara, Jumat (22/7/2016).
Menurutnya ada dua desa di Kecamatan Curugkembar yang terdampak bencana tersebut yakni Desa Nagrakjaya dan Cimenteng, namun yang paling parah terkena dampak bencana ini adalah Desa Cimenteng.
Musibah serupa juga pernah terjadi pada 2012 lalu yang menyebabkan puluhan rumah rusak. Untuk Desa Cimenteng baru pertama kali terkena bencana ini, namun untuk Desa Nagrakjaya merupakan yang kedua kalinya.
Adapun data sementara rumah yang rusak akibat bencana tersebut 14 rumah rusak berat, 34 rusak sedang, 109 rusak ringan, dan 116 bangunan terancam. Tidak menutup kemungkinan jumlah bangunan atau rumah yang rusak akibat bencana ini bertambah.
"Untuk yang mengungsi tidak hanya warga yang rumahnya rusak berat saja, yang rusak sedang dan ringan bahkan yang terancam memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman," tambahnya.
Usman mengatakan data rumah yang rusak masih dalam tahap verifikasi, untuk menentukan jumlah bantuan yang nantinya akan disalurkan. Untuk bantuan sementara atau darurat sudah disalurkan seperti makanan siap saji, perlengkapan tidur dan lain-lain.
"Kami juga sudah mendirikan tenda darurat yang bisa digunakan oleh warga untuk dijadikan pengungsian sementara," katanya.
Sementara, Humas PMI Kabupaten Sukabumi Atep Maulana mengatakan sudah menyalurkan beberapa bantuan darurat kepada korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Curugkembar tersebut, selain itu lembaga kemanusiaan ini juga membawa obat-obatan untuk warga yang mengungsi.
"Pengungsi biasanya rawan terserang penyakit, maka dari itu kami sediakan obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga. Bahkan yang lebih miris lagi setiap waktu kerusakan rumah akibat bencana tersebut semakin bertambah," katanya.
Berita Terkait
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
TPA Jatiwaringin Masih Membara, 2 Helikopter Water Bombing Diterjunkan ke Lokasi!
-
Mendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak El Nino
-
Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi
-
Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
9 Sunscreen untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bekas Jerawat, Mudah Dibeli Online
-
Gus Ipul Tekankan Tiga Prioritas Pengelolaan Sekolah Rakyat
-
Malaysia Perketat Keamanan Bandara Usai Pilot Malaysia Airlines Selundupkan Ekstasi ke Jakarta
-
Tito Minta 16 Kementerian/Lembaga Percepat Eksekusi Program Rehab-Rekon Pascabencana di Sumatera
-
Rilis Surfin' Boy, Red Velvet Warnai Musim Panas dengan Suasana Romantis
-
Gus Ipul Bantah Isu Rebutan Tambang Jelang Muktamar NU: Itu Fitnah dan Jauh dari Fakta
-
Diberhentikan Sementara sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima 50 Persen Gaji Pokok
-
Bandingkan Dirinya dengan Febrie, Nadiem Makarim Curhat Langsung Diborgol Saat Ditahan
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
26 Ribu Pekerja Baru di Jawa Timur: Pengangguran Menyusut, Sektor Pertanian Jadi Penyelamat