- Tanah longsor di Jepara pada 9 Januari berdampak pada empat desa; fokus utama BNPB adalah penanganan korban secara cepat.
- BNPB menekankan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk relokasi 13 KK di Desa Tempur.
- Akses jalan dan jembatan yang rusak harus segera diperbaiki untuk melayani 3.500 jiwa yang terisolasi.
Suara.com - Bencana tanah longsor di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih berdampak bagi warga sekitar pasca sepekan kejadian. Akses warga masih terganggu, rumah rusak, dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi perhatian utama pemerintah pusat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menegaskan penanganan korban tidak boleh ditunda dengan alasan apa pun.
“Khusus di titik ini dulu, yang harus ditangani maksimal adalah manusianya, orangnya,” ujar Suharyanto dalam keterangan BNPB di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyebut kerusakan rumah di Desa Tempur berdampak pada 13 kepala keluarga. Pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lokasi relokasi, sementara pembangunan rumah akan dibantu oleh BNPB.
“Jangan berpikir kalau BNPB itu harus bangun banyak. Satu dua rumah juga tidak apa-apa. Yang penting itu masyarakat,” katanya.
Selain tempat tinggal, Suharyanto menekankan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak tidak boleh berhenti pada makanan dan minuman. Menurutnya, kebutuhan lanjutan sebagai manusia harus dipenuhi, mulai dari pakaian, tempat tidur, obat-obatan, selimut, hingga alat pencegah penyakit dan udara dingin.
BNPB, kata dia, telah menyalurkan bantuan dan siap menambah dukungan apabila kebutuhan di lapangan masih kurang. Pemerintah daerah juga diminta tidak ragu mengajukan tambahan bantuan, termasuk untuk kebutuhan non-pangan, meski telah menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
Persoalan lain yang disoroti adalah akses jalan dan jembatan yang rusak akibat longsor dan banjir. Suharyanto mengapresiasi langkah pemerintah daerah membuka akses, namun menegaskan bahwa penanganan tidak boleh berlarut-larut.
Ia mengingatkan, wilayah terdampak dihuni sekitar 3.500 jiwa, termasuk anak-anak sekolah yang membutuhkan akses mobilitas dan layanan dasar. Menurutnya, keterisolasian terlalu lama tidak bisa ditoleransi.
Baca Juga: Mendesak Percepatan Infrastruktur Pasca-Longsor dan Banjir Bandang Aceh
Sebagai informasi, tanah longsor di Jepara terjadi pada Jumat (9/1) dan berdampak pada empat desa di tiga kecamatan. Salah satu titik terparah adalah material longsor yang menutup akses menuju Desa Tempur, lokasi yang ditinjau langsung Kepala BNPB.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia