Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sareh Wiyono [suara.com/Nikolaus Tolen]
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Gerindra Sareh Wiyono mengaku kapok datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia kapok karena dicecar pertanyaan terus oleh wartawan, setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap menjelang vonis terhadap pedangdut Saipul Jamil di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
"Nggak, nggak mau lagi ke KPK. Wartawannya galak-galak, orang KPK galak-galak. Nggak, nggak mau lagi," kata Sareh sambil terus berjalan menghindari wartawan di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).
Tadi, Sareh diperiksa sebagai saksi untuk tersangka panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi. Anak buah Prabowo Subianto itu diperiksa karena diduga pernah berkomunikasi Rohadi.
"Nggak, nggak mau lagi ke KPK. Wartawannya galak-galak, orang KPK galak-galak. Nggak, nggak mau lagi," kata Sareh sambil terus berjalan menghindari wartawan di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (22/7/2016).
Tadi, Sareh diperiksa sebagai saksi untuk tersangka panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi. Anak buah Prabowo Subianto itu diperiksa karena diduga pernah berkomunikasi Rohadi.
Setelah keluar dari gedung KPK usai pemeriksaan, Sareh langsung mendapatkan banyak pertanyaan dari wartawan.
Wartawan terus mengejar Sareh karena dia tak mau memberikan jawaban secara memuaskan.
Sareh berjalan sampai keluar dari tempat parkir kendaraan gedung KPK. Setelah itu, dia terlihat kebingungan sendiri. Sambil berjalan, dia menggaruk-garuk kepala.
Wartawan terus mengejar Sareh karena dia tak mau memberikan jawaban secara memuaskan.
Sareh berjalan sampai keluar dari tempat parkir kendaraan gedung KPK. Setelah itu, dia terlihat kebingungan sendiri. Sambil berjalan, dia menggaruk-garuk kepala.
Sebelumnya, pengacara Rohadi, Hendra Herdiansyah, mengatakan Sareh diperiksa karena dulu pernah menjabat sebagai Kepala Hakim PN Jakarta Utara. Pada saat itu, Rohadi sudah menjadi panitera.
"Kenalah mereka, kan sebelumnya Sareh hakim. Dan mungkin kaitannya dengan barang bukti selain uang, ada ponsel Rohadi yang disita kan? Nah disitu ada rekam jejak percakapan, mungkin kesitu, tapi masih abu-abu," kata Hendra.
Hendra memahami kenapa KPK membutuhkan keterangan Sareh dalam kasus dugaan suap terhadap Rohadi.
"Logika sederhananya gitu. Apalagi ini kan KPK. Jadi siapa saja yang komunikasi dan relevan dengan kasus ini bisa saja dipanggil untuk bersaksi," kata Hendra.
Vonis ringan buat Saipul beraroma suap melalui panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Aroma tersebut menyeruak sehari setelah Saipul divonis, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Samsul, kedua pengacara Saipul bernama Bertha Natalia dan Kasman Sangaji, serta panitera Rohadi.
Rohadi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagai diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Sementara, Bertha Natalia, Kasman, dan Samsul yang jadi tersangka pemberi suap kena pasal berbeda. Ketiganya dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Komentar
Berita Terkait
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
6 Kontroversi Lina Mukherjee, Dari Makan Babi Hingga Hamil di Luar Nikah!
-
Profil Neng Dessy, Pacar Saipul Jamil yang Tajir dan Punya Profesi Mentereng
-
Tak Sekadar Duet, Saipul Jamil Akhirnya Blak-blakan Ungkap Status Hubungan dengan Pedangdut Ini
-
Saipul Jamil Sebut Nikita Mirzani dan Reza Gladys Sama-Sama Salah: Ini Kan Suap-menyuap
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan 2026 Jam Berapa? Simak Waktu Pelaksanaannya di Sini!
-
Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Direncanakan Mulai Pekan Depan
-
Kota Jogja Siapkan Rp40 Miliar Angkut Sampah ke PSEL, Bantul Pastikan Warga Sekitar Tak Direlokasi
-
Niat Sholat Tolak Bala Rebo Wekasan: Lengkap dengan Bacaan Latin, Arti, dan Jadwalnya di Tahun 2026
-
Misteri Kunci Hilang Terjawab: Sebulan Diincar, Mobil Avanza di Bandar Lampung Raib Digasak
-
Stop 'Pencet Setuju' Tanpa Baca! Inovasi Layanan Jadi Kunci Agar Kuota Internet Gak Hangus
-
Laba BCA Syariah Meningkat, Aset Tembus Rp20,7 Triliun
-
Pengusaha Sound Horeg Jatim-Jateng Temui Jokowi, Dukung Gibran di 2029
-
Siapa Mau Menyusul? Amuk Mentan Amran Copot Pejabat KPPG Surabaya di Tengah Rapat
-
Wanita di Tangerang Diperkosa dan Dibunuh, Jasad Pertama Kali Ditemukan Sang Pacar