Suara.com - Manajer Rio Haryanto, Piers Hunisett, mengaku belum tahu akankah pebalap Indonesia dari tim Manor Racing itu bisa tetap tampil di seri ke-12 Formula 1 Grand Prix Jerman, 31 Juli mendatang.
Seperti diketahui, kiprah Rio di ajang jet darat ini terancam berakhir sampai seri ke-11 GP Hungaria yang akan berlangsung pekan ini. Kondisi itu menyusul pelunasan pembayaran yang belum terwujud.
Untuk tampil satu musim penuh bersama Manor, Rio diwajibkan membayar 15 juta euro (sekitar Rp215 miliar). Sejauh ini, pihaknya baru membayar setengahnya.
Belum ada tanda-tanda manajemen Rio bakal melunasi sisa pembayaran. Dan berdasarkan kontraknya, pembayaran yang setengah tersebut hanya untuk sampai pada seri ke-11 di Hungaria.
"Saya tidak tahu. Kita harus tetap berpikiran positif dan berharap Rio bisa tampil di Jerman," kata Hunnisett.
"Kami telah mendapat janji-janji yang belum terwujud. Kami (harus) terus bekerja dan rencana kami adalah bisa tampil di Jerman," lanjut lelaki yang juga memanajeri pebalap F1 asal India, Narain Karthikeyan, ini.
Lebih jauh, Hunnisett menjelaskan kehadiran Rio sebagai pebalap satu-satunya dari Asia Tenggara yang tampil di F1 saat ini membuat pihaknya mencari sponsor yang lebih luas di kawasan ASEAN.
"Kami sudah melakukan kontak dengan berbagai perusahaan di Thailand, Malaysia, Singapura, khususnya di seri yang akan datang di Malaysia dan Singapura, dimana itu akan bagus bagi kami untuk mendapatkan sponsor (dari kedua negara itu)," jelas Hunnisett.
"ASEAN tak ubahnya seperti rumah bagi Rio. Sebagai satu-satunya perwakilan Asia di F1 (musim ini), Anda tentu berharap seluruh Asia bisa membantu Rio," pungkasnya. (Reuters)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok