Suara.com - Mabes Polri menganggap tulisan Koordinator KontraS Haris Azhar bisa dikategorikan sebagai penyebaran fitnah atau pencemaran nama baik. Dalam tulisan 'Cacatan dari Seorang Bandit' Haris menulis ungkapan terpidana mati Freddy Budiman yang menyebut adanya keterlibatan oknum BNN, Polri, dan TNI dalam bisnis peredaran narkoba.
"Menyebarkan berita bohong itu sudah bisa dikategorikan sebagai fitnah atau pencemaran nama baik. Dulu kan ada juga pasal perbuatan tidak menyenangkan. Sepanjang itu informasi tidak sesuai fakta namanya apa itu?" kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto saat ditemui di gedung Humas Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2016).
Menurutnya saat ini, penyidik masih mendalami dugaan unsur-unsur pidana terhadap tulisan yang disebar Haris melalui media sosial, Facebook.
"Tinggal sekarang terkait kasus itu penyidik sedang mendalami unsur-unsur yang dilaporkan kepada kita itu terpenuhi tidak, sesuai dengan pasal-pasal yang disangkakan. masih didalami," kata dia.
Lebih lanjut, Agus mengatakan saat ini pihaknya belum berencana memanggil Haris yang masih berstatus sebagai terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.
"Mudah-mudahan setelah penyidik merasa perlu akan dilakulan langkah-langkah lebih lanjut (pemanggilan)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan
-
Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS
-
Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!
-
Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota
-
Polisi Ciduk Pengedar Ganja 6,2 Kilogram di Depok usai Dapat Laporan Warga
-
Rihan Dibunuh Israel: Berangkat Berseragam Sekolah, Pulang Dibalut Kain Kafan
-
Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI, Habiburokhman Puji Forum Terbuka yang Digelar Mahasiswa