Suara.com - Politisi Golkar yang juga anggota Komisi II DPR Hetifah Syaifudian menilai tidak mengherankan jika ada masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berkewarganegaraan ganda. Sebab hal itu demi mempermudah akses memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Pilihan masyarakat di wilayah perbatasan (RI-Malaysia) di Kabupaten Nunukan ini masih dianggap wajar-wajar saja karena pertimbangan mempermudah akses mendapatkan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari," ujar dia, Minggu (7/8/2016).
Menurutnya tidak perlu menyalahkan salah satu pihak atas sikap yang dilakukan masyarakat perbatasan menggunakan dua identitas kewarganegaraan karena memang akses menuju kampung-kampung khususnya di Kecamatan Lumbis Ogong yang dapat dijangkau hanya melalui jalur sungai menggunakan perahu tersebut.
Pada intinya, pemerintah saat ini sangat komitmen memperhatikan atau mempedulikan rakyatnya meskipun jauh di pelosok terpencil sekalipun agar dapat menikmati pembangunan yang dibutuhkan misalnya pembangunan perumahan dan jalan darat yang senang dibangun sekarang ini.
"Walaupun masyarakat di wilayah perbatasan memiliki dua identitas kewarganegaraan tetapi sikap nasionalisme dan cinta NKRI tidak diragukan. Mereka masih tetap menunjukkan sikap kebersamaan bagi negaranya (Indonesia)," kata Hetifah Syaifudian.
Hetifah juga memandang, kesulitan mendapatkan bahan-bahan kebutuhan hidup sehari-hari memicu niat masyarakat setempat untuk mendapatkan kewarganegaraan Malaysia yang dianggap lebih dekat dijangkau dibandingkan ke kecamatan lainnya di Kabupaten Nunukan dan sekitarnya.
Oleh karena itu, Komisi II menganggap kepemilikan status kewarganegaraan ganda itu tidak perlu disikapi berlebihan karena berkaitan dengan kehidupan khalayak masyarakat setempat yang lebih mudah ke negara tetangga. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Purbaya Bantah Airlangga soal Anggaran Buka Rekening Massal Tembus Rp 11 Triliun
-
Kadin Dorong Industri Tambang Perkuat Inovasi Hadapi Tekanan Geopolitik
-
Warga Bisa Ikut Uji Coba Gratis, LRT Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh
-
Kawal Revisi Aturan Ketenagakerjaan, DPRD DKI Janji Teruskan Suara Buruh ke DPR RI
-
WNA Asal China Selundupkan 10,4 Kilogram Emas di Bali
-
Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: "It's Not Just A Festival, It's A Movement"
-
KPK Geledah Rumah Polisi yang Akui Terima Rp16 Miliar dari Proyek Bekasi
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Tim SAR Temukan Pelampung saat Cari Jurnalis Hilang, TNI AL: Jangan Berspekulasi
-
Promo BRI Ini Bikin Nongkrong di SKOLA Malah Bikin Untung