Suara.com - Sebanyak 29 orang dari 124 warga negara Indonesia (WNI) yang dideportasi pemerintah Kerajaan Malaysia melalui Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, diketahui tersangkut kasus narkoba jenis sabu-sabu.
Muhammad Rizal (29), salah seorang WNI yang dideportasi Malaysia di Nunukan, Jumat (27/3/2015) malam, membenarkan bahwa dirinya dideportasi karena kasus sabu-sabu. Dia bahkan mengaku sudah mendapat hukuman selama empat bulan karena kasus itu, di penjara Tanah Merah Tawau, Negeri Sabah, Malaysia.
Sebenarnya, lanjut Rizal, dirinya telah jarang mengonsumsi barang haram tersebut setelah menikah sejak dua tahun lalu. Bahkan sebulan sebelum ditangkap petugas gabungan kepolisian dan imigrasi Malaysia, dia tidak mengonsumsi narkoba itu lagi.
Namun saat ditangkap di tempat kerjanya di bengkel las Tawau, aparat Malaysia menurut Rizal, melakukan tes urine terhadapnya. Dia lalu dinyatakan positif pernah menggunakan sabu-sabu, sehingga dipenjara dan akhirnya dideportasi ke Kabupaten Nunukan.
"Saya ditahan karena tes urine dinyatakan positif (mengonsumsi sabu-sabu), saat ditangkap di tempat kerja," ujar Rizal, saat menjalani pendataan di Terminal Pelabuhan Internasional Tunon Taka, Nunukan.
Lelaki yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulsel, yang telah memiliki satu anak ini, mengaku masuk ke Malaysia sejak berusia sembilan tahun bersama kedua orang tuanya, tepatnya di Tawau Negeri Sabah. Dia pun mengaku mengonsumsi sabu-sabu sejak tujuh tahun lalu, setelah memperolehnya dari teman-teman sepergaulannya di negara itu.
Secara terpisah, deportan lain karena kasus narkoba bernama Arif (32), mengaku juga mengonsumsi sabu-sabu sejak dua tahun lalu. Itulah yang lantas menyebabkan dirinya divonis selama satu tahun oleh Mahkamah Negeri Sabah Lahad Datu.
Arif yang mengaku telah memiliki dua orang anak dan saat ini berada di kampung halamannya di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, di Malaysia bekerja sebagai buruh di perusahaan perkebunan kelapa sawit di Lahad Datu, sejak empat tahun lalu.
"Baru-baru ini habis pakai sabu-sabu, langsung ditangkap polisi," aku Arif, seraya menambahkan bahwa dirinya tertangkap dalam operasi gabungan polisi dan imigrasi Malaysia, saat sedang bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Arif yang berkeinginan pulang ke kampung halamannya itu mengungkapkan bahwa dia juga mendapatkan sabu-sabu yang dikonsumsi selama ini dari teman-teman di sekitar tempatnya tinggal. [Antara]
Berita Terkait
-
Ketegangan AS-Iran Meningkat, Komisi I DPR RI Desak Kemlu Siaga Lindungi WNI
-
5 Fakta Tiga Desa di Nunukan Masuk Malaysia: Bukan Hilang Total, Ini yang Sebenarnya Terjadi!
-
Bertambah jadi 2.493 WNI, KBRI Phnom Penh Percepat Proses Kepulangan Lewat Paspor Darurat
-
WNI Gabung Militer Asing: Iming-Iming Gaji Besar, Namun Status Kewarganegaraan Jadi Taruhan
-
Viral WNI Jadi Tentara AS dan Rusia, Pemerintah Telusuri Status Kewarganegaraannya
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'