News / Metropolitan
Senin, 08 Agustus 2016 | 11:44 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), bersama stafnya Sunny Tanuwidjaja, tampil bersaksi di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Senin (25/7/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan aksi Konferederasi Serikat Pekerja Indonesia mendesak KPK menetapkan Ahok menjadi tersangka sejumlah kasus, hari ini. Di antaranya, kasus reklamasi Pantai Utara Jakarta, pembelian tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras, pembelian tanah di Cengkareng, dan CSR yang dibarter dengan kebijakan upah murah.

"Sekarang mau fitnah saya apa lagi? Saya sudah bilang kegelapan itu nggak bisa nutupin cahaya fajar. Kamu nggak bisa tutupin," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta (8/8/2016).

KSPI merupakan serikat buruh yang selama ini menyatakan mendukung mantan menteri Rizal Ramli Ahok menjadi calon gubernur Jakarta periode 2017-2022. Sebab, menurut mereka, Rizal Ramli merupakan tokoh yang selama ini menentang proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Ahok kemudian menyinggung latar belakang KSPI.

"Makanya itu buruh dari mana? Itu buruh nyalonin cagub nggak? Kalau buruhnya udah nyalonin cagub berarti sudah jelas (dia mau) asal bukan Ahok," katanya.

Ahok menekankan selama ini sudah kooperatif dengan penyidik KPK, BPK, dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, agar persoalannya menjadi terang benderang.

"Apa kurang cukup lagi? Kalau kurang cukup kamu tontonin saja penyidik yang tanda kutip mau jerumusin saya," kata Ahok.

Aksi KSPI mendesak KPK tetapkan Ahok menjadi tersangka sejumlah kasus berlangsung pada Kamis (2/6/2016).

Siang ini, KSPI kembali berkumpul di Gedung Joeang, Cikini, Jakarta Pusat. KSPI dan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Selamatkan Indonesia membubuhkan tandatangan di atas spanduk untuk mendukung Rizal Ramli maju sebagai calon gubernur.

Load More