News / Metropolitan
Senin, 08 Agustus 2016 | 18:33 WIB
Ratna Sarumpaet tandatangani spanduk dukung Rizal Ramli maju jadi calon gubernur Jakarta [suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Aktivis Ratna Sarumpaet menduga Rizal Ramli dicopot Presiden Joko Widodo dari jabatan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya karena berani menghentikan proyek reklamasi Pulau G serta mempermasalahkan perizinan sejumlah pulau di Teluk Utara Jakarta. Dia menduga Jokowi mendukung reklamasi.

"Kenapa Bang Rizal Ramli di-reshuflle, padahal statement Luhut sebagai pengganti Rizal seolah tidak ada apa-apa. Saya menduga Jokowi mendukung reklamasi," kata Ratna di seminar bertema tolak reklamasi yang diselenggarakan kelompok yang mendukung Rizal Ramli maju sebagai calon gubernur Jakarta di Gedung Djoeang, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).

Keputusan menghentikan reklamasi Pulau G ketika itu diambil dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinasi Kemaritiman. Rizal Ramli ketika masih menjabat Menko Maritim mengatakan izin reklamasi Pulau G dibatalkan karena banyak pelanggaran.

Ratna Sarumpaet berharap pemerintah pusat tetap konsisten menjalankan keputusan tersebut.

"Jangan sampai keputusan kemarin (hentikan pengerjaan reklamasi pulau G dan beberapa pulau lain) dianulir oleh pemerintahan yang sekarang," ujar dia.

Ratna tidak setuju proyek reklamasi Teluk Jakarta karena menurutnya hanya untuk kepentingan pengusaha-pengusaha besar, bukan untuk kepentingan publik.

"Reklamasi bukan untuk kepentingan bisnis, tapi kalau reklamasi untuk menahan abrasi atau untuk pelabuhan boleh saja. Untuk itu harus ada UU reklamasi yang menolak reklamasi untuk kepentingan bisnis dimanapun di Indonesia," tutur dia.

Ratna mengatakan jika pemerintah Jokowi tetap mendukung proyek reklamasi untuk kepentingan bisnis, Ratna mengancam dengan membangun konsolidasi massa untuk melengserkan Jokowi.

"Tidak ada Presiden yang harus bertahan lima tahun. Kalau tidak ada perubahan yang baik, kita harus ada jawaban atas itu," kata dia.

Load More