Suara.com - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar tantang Presiden Joko Widodo merilis nama-nama aparat penegak hukum yang diduga terlibat peredaran narkoba seperti yang pernah disampaikan terpidana mati Freddy Budiman kepadanya.
Haris mencontohkan ketegasan Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang merilis 160 nama pejabat dan penegak hukum yang terlibat dalam peredaran narkoba baru-baru ini. Duterte juga meminta kepada para pejabat tadi segera menyerahkan diri.
Untuk itu, Haris menantang Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Polri untuk mengungkap nama-nama semua bandar narkoba di Indonesia.
"Terlepas dari kontroversinya, sikap Presiden Filipina Duterte adalah sebuah terobosan. Terkait itu, berani nggak BNN, Polri merilis nama-nama bandar besar di Indonesia. Meskipun statusnya masih dalam proses pengejaran," kata Haris kepada wartawan di kantor Sekretariat Nasional Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Jakarta Pusat, Senin (8/8/2016).
Selama ini, kata Haris, BNN maupun Polri hanya berani merilis nama-nama bandar narkoba yang sudah ditangkap dan dijebloskan ke bui. Menurut Haris, setelah ditangkap, aparat kemudian mengungkapkan jenis-jenis narkoba dan bahayanya namun tak mengungkap siapa bandar besarnya.
Haris berharap Jokowi perlu meniru keberanian Duterte mengungkap ratusan nama pejabat yang terlibat peredaran narkoba di negaranya.
"Saya tantang, berani nggak Presiden merilis nama-nama bandar besar peredaran narkoba di negeri ini. Bukan hanya merilis nama-nama (bandar) yang sudah di dalam penjara. Selama ini Polri dan BNN kan hanya merilis modus transaksi, cara kerjanya, dan bahaya dari jenis narkobanya," ujar dia.
Menurut dia, saat ini merupakan momentum yang tepat bagi Pemerintah untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di republik ini.
"Saya ingin bilang masyarakat sedang menunggu-nunggu. Ini momentum untuk memberantas peredaran narkoba," tutur dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal