Suara.com - Saat atlet voli pantai asal Mesir, Doaa Elghobashy, melakukan blok atas pemain tim Italia, Laura Giombini, di atas pasir pantai terkenal Copacabana, dua budaya terlihat muncul bersamaan.
Elghobashy menutupi kepalanya dengan jilbab, mengenakan penutup lengan yang panjang, dan kali ini berhasil mendapatkan poin atas lawannya yang mengenakan bikini.
Masyarakat Brasil kemudian bersorak atas keberhasilan poin dari tim Mesir tersebut. Mereka masih tetap bertahan setelah menyaksikan tim negaranya kalah di pertandingan awal pagi ini.
"Mesir, Mesir, Mesir!" teriakan dukungan terdengar dari arena yang berkapasitas 12.000 penonton di Pantai Copacabana untuk tim yang dianggap 'underdog' itu.
Elghobashy berusia 19 tahun dan pertama kali berkompetisi di Olimpiade, yang sudah terkenal melalui penyebaran informasi di internet. Sebuah foto dari Reuters pada Minggu, saat timnya berhadapan dengan pemain Jerman, telah menjadi perbincangan di internet.
Setelah pertandingan hari Selasa di mana Mesir kalah 21-10, 21-13, Elghobashy terlihat frustrasi setelah perhatian media fokus bahwa ia telah mengenakan kerudung selama 10 tahun dan merasa nyaman atas busana tersebut, katanya kepada Reuters.
"Kami sangat bangga bermain di depan banyak penonton seperti ini," katanya melalui seorang penerjemah. "Saya memakai jilbab karena saya seorang Muslim tapi itu tidak menghentikan saya merasa bagian dari permainan ini." Pasangan mainnya, Nada Meawad, juga mengenakan lengan panjang tetapi tidak menutupi kepalanya.
Di bangku penonton, masyarakat Brazil memberi dukungan kepada Mesir, di mana negara tersebut tidak banyak memiliki tradisi voli pantai.
"Saya menyemangati mereka," kata Thana Zelide, 19 tahun yang mengenakan bikini berwarna hijau di bawah terpaan matahari Rio. "Mereka berumur sama seperti saya dan mereka mampu memberi perlawanan dalam pertandingan ini," sambungnya.
Bagi Hudson Heluy, seorang pemilik restoran di Rio, keberagaman budaya merupakan tujuan dari Olimpiade diselenggarakan. "Ini sungguh bagus untuk melihat keberagaman budaya di Rio, dan hari ini Mesir membutuhkan dukungan kita," ujarnya. [Antara/Reuters]
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
-
Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian
-
IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100
-
BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret
-
Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun
-
BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming