Suara.com - Organisasi pembela hak asasi manusia, kelompok anti-rasialisme, dan kelompok-kelompok Muslim di Prancis, pada Jumat (12/8/2016), berjanji akan membatalkan sebuah peraturan daerah di Cannes yang melarang perempuan mengenakan busana renang tertutup di saat berwisata di pantai.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wali Kota Cannes, David Lisnard telah menandatangani sebuah perda pada akhir Juli yang melarang perempuan mengenakan baju renang tertutup - yang dikenal dengan nama burqini - di pantai daerah yang merupakan salah satu tujuan wisata musim panas populer di Prancis.
"Busana renang yang menunjukkan afiliasi religius secara berlebihan - ketika Prancis dan situs-situs keagamaannya sedang ditarget oleh serangan teroris - akan memicu risiko yang membahayakan publik," bunyi perda yang diteken Lisnard tersebut.
Aturan ini, yang berlaku hingga akhir Agustus, langsung dikecam oleh para pengacara, kelompok pembela HAM, dan muslim Prancis. Perda ini dinilai bertentangan dengan konstitusi Prancis.
"Ini adalah penyelewengan hukum dan kami akan menggugatnya," kata Herve Lavisse dari Liga HAM Prancis cabang Cannes-Grasse, "Para politikus konservatif harus menghentikan nafsu diskriminasi mereka dan mempertahankan semangat republik."
Protes juga diungkap melalui media sosial.
"Mengenakan burqini, kerudung, g-string, atau kostum bulu ala kabaret tidak dilarang oleh hukum," kicau Feiza Ben Mohamed dari Federasi Muslim bagian Selatan yang bermarkas di Nice. Organisasi ini juga telah menggugat perda itu di pengadilan.
Langkah hukum juga akan ditempuh oleh organisasi Kolektivitas Melawan Islamophobia di Prancis yang dipimpin oleh Marwan Muhammad. Organisasi ini pernah berhasil menggugat aturan sejenis di Wissous, dekat Prancis. (The Guardian)
Berita Terkait
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia 2026: Prancis Dapat Lawan Berat, Argentina Lebih Ringan
-
Dony Tri Pamungkas Bikin Takjub Bintang Klub Liga Prancis: Saya Tunggu di Eropa!
-
Street Flow 3: Film tentang Kritik Sosial Prancis Lewat Kisah Persaudaraan
-
Prancis Kalahkan Brasil dalam Laga Persahabatan, Kylian Mbappe Cetak Gol
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari