Suara.com - Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6373 jurusan Yogyakarta-Cengkareng,Banten yang sebelumnya gagal mendarat akibat cuaca buruk dan kemudian mendarat di Palembang, akhirnya selamat mendarat di Bandar Udara Soekarno Hatta.
Minggu (14/8/2016), pesawat Batik Air yang dipiloti Kapten Dani Arya berangkat dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang pukul 18.10 WB dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.03 WIB dengan cuaca hujan deras.
Saat pesawat berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, seluruh penumpang diminta pramugari untuk turun dan menunggu di ruang tunggu sambil menunggu cuaca di Cengkareng normal.
Setelah penumpang menunggu sekitar 1,5 jam, penumpang melalui pengumuman petugas bandara setempat diminta untuk naik pesawat lagi mengingat kondisi cuaca di atas Cengkareng sudah normal kembali.
Sebelumnya saat pesawat Batik Air akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta terhadang cuaca buruk dan sempat beberapa kali memutar di atas kota Jakarta, selanjutnya mengalihkan pendaratan ke Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Kapten Pilot Dani Arya sesaat setelah pesawat gagal mendarat di Soekarno-Hatta mengumumkan bahwa pesawat tidak bisa mendarat karena cuaca buruk dan mengarahkan ke Palembang.
Pesawat Batik Air jenis Airbus A320 berangkat dari Bandara Internasional Adi Sutjipto sekitar pukul 14.00 WIB dan diharapkan mendarat di Cengkareng 50 menit kemudian. Namun saat akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pesawat sempat beberapa kali alami guncangan mengingat cuaca saat itu memang buruk.
Setelah beberapa kali mencoba mendarat namun jarak pandang yang tak memenuhi standar, kapten pilot memutuskan untuk membatalkan mendaratkan pesawat.
"Karena cuaca buruk dan jarak pandang yang tak memenuhi standar minimal, saya putuskan untuk membatalkan pendaratan dan pesawat diarahkan ke Palembang," kata kapten pilot.
Penerbangan dari atas Jakarta menuju Palembang memakan waktu sekitar satu jam. Para penumpang tidak menunjukkan rasa kekecewaan dan bahkan memberikan pujian kepada pilot yang sudah tepat ambil keputusan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang Citilink, Batik Air dan Lion Air
-
Batik Air Buka Rute Terbang ke Kendari dari Jakarta & Surabaya
-
KNKT Terbitkan Sejumlah Rekomendasi Terkait Insiden Batik Air
-
Ini Temuan KNKT Soal Insiden Batik Air & Transnusa
-
Insiden Batik Air Akibat Kurangnya Koordinasi Tiga Instansi
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti