Warga RT 10, RW 12, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2016), direlokasi ke rumah susun Rawa Bebek, Jakarta Timur [suara.com/Erick Tanjung]
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merelokasi sebagian warga pemukiman padat penduduk di RT 10, RW 12, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2016). Mereka direlokasi ke tempat yang lingkungannya jauh lebih baik, rumah susun Rawa Bebek, Jakarta Timur.
Menurut pengamatan Suara.com, proses relokasi warga yang sebelumnyamenempati kawasan pinggir kali Ciliwung berjalan dengan lancar, tanpa ada perlawanan.
Sebagian warga terlihat membereskan barang-barang perabotan rumah tangga mereka. Para petugas kebersihan dan Satuan Polisi Pamong Praja juga terlihat membantu warga mengemasi barang.
Warga bernama Alamiyah (47) mengaku sudah menerima kebijakan pemerintah. Dia akan menempati rusun yang telah disediakan pemerintah.
"Rata-rata warga di sini mau dipindah. Mau nggak mau, kalau berontak, melawan percuma. Daripada nggak dapat rumah, kami pasrah saja, rejeki mah di mana saja," kata Alamiyah kepada Suara.com.
Janda beranak tiga ini sudah belasan tahun tinggal di pinggir kali tersebut. Banjir yang datang hampir setiap tahu baginya sudah hal biasa.
Di tempat baru, dia akan tinggal bersama tiga anaknya. Suaminya sudah meninggal dunia sembilan tahun yang lalu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marnah (73). Nenek yang punya sembilan anak dan sembilan cucu dibantu petugas saat mengangkat barang-barang ke dalam truk milik Satpol PP.
"Saya terima saja dipindah ke rusun. Nanti belum tahu di sana mau usaha apa, kalau di sini saya jualan kue," tutur dia.
Relokasi merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk menata kota Jakarta sekaligus mendorong masyarakat untuk menempati rumah tinggal yang semestinya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Omara Esteghlal Raih Piala Citra Pertama, Ucapan Manis buat Prilly Bikin Baper
-
Cara Nonton Pengepungan di Bukit Duri, Film Thriller Joko Anwar Penuh Aksi!
-
Catat Tanggalnya, Pengepungan di Bukit Duri Siap Tayang di Prime Video
-
Deretan Film dan Serial Tayang Agustus di Prime Video, Ada Thriller hingga Komedi
-
Kebakaran di Jakarta Telan Korban Jiwa, DPRD DKI: Bukan Sekadar Musibah, Ini Alarm Masalah Urban
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara