Suara.com - Politikus Partai Demokrat yang kini duduk di Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengatakan sudah bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terkait masalah penonaktifan dari posisi koordinator juru bicara partai.
"Aku ditelepon bapak (SBY), minta bertemu di satu tempat, jadi kita ngobrol, juga soal partai ke depan," kata Ruhut di ruang Fraksi Demokrat, DPR, Senin (22/8/2016).
Dalam pertemuan dengan Yudhoyono, Ruhut mendapat memo berisi tujuh poin yang ditulis di sembilan lembar kertas. Memo menegaskan bahwa Ruhut sekarang sudah bukan lagi Koordinator Juru bicara Partai Demokrat. Ruhut hanya Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.
Memo juga menerangkan selanjutnya posisi koordinator juru bicara diambilalih oleh Yudhoyono.
Yang lebih menarik lagi, mulai sekarang sebelum Ruhut memberikan statement kepada publik, harus konsultasi dulu dengan Yudhoyono.
Selama ini, Ruhut merupakan anggota Partai Demokrat yang kritis dan vokal. Dia kerab mengeluarkan statemen-statement spontan. Dia juga menyatakan mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju ke pilkada Jakarta, meskipun Demokrat belum bersikap.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara terang benderang ada apa di balik keputusan Yudhoyono.
Berita Terkait
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana
-
SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia
-
Apa Itu Amandemen ke-25? Didorong untuk Lengserkan Trump Pasca Kekalahan AS dari Iran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli