Suara.com - Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan menyebutkan selama dua tahun 2014-2015 sebanyak 85 anggota DPRD Sulsel telah menghabiskan sebanyak Rp15 miliar hanya untuk keperluan reses atau menemui konstituennya di Daerah Pemilihan.
"Tahun ini, Sekertaris Dewan mengajukan anggaran lebih besar senilai Rp14,7 miliar dibandingkan dua tahun sebelumnya," sebut Direktur Kopel Sulsel Musaddaq di Makassar, Rabu (24/8/2016).
Menurut dia, dari hasil reses selama dua tahun kinerja DPRD Sulsel, tidak ada menonjolkan kinerjanya yang signifikan. Hanya dijadikan sebagai "sunnah" menemui konstituen dan bukan menjadi kewajiban, padahal amanah diberikan untuk kepentingan rakyat.
Sejauh ini, ujar Musaddaq, anggaran yang digelontorkan Sekwan DPRD Sulsel cukup besar, namun keluarnya belum maksimal. Seharusnya, dalam aturan reses adalah bagian dari pengumpulan aspirasi di mana konstituennya berada. Penambahan anggaran reses tahun ini tentu menimbulkan pertanyaan.
"Penambahan anggaran reses tahun ini cukup besar sementara kinerja legislator selama dua tahun terakhir belum menunjukkan hasil memuaskan, inilah yang menjadi pertanyaan," ungkapnya.
Sementara anggaran peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD Sulsel selama dua tahun diketahui mencapai Rp8,6 miliar untuk meningkatkan kapasitas lima orang pimpinan dan 80 orang dalam bidang legislasi, anggaran, dan pengawasan.
"Tahun ini lagi-lagi anggaran untuk belanja dialokasikan untuk kegiatan itu semakin tinggi sebesar Rp7,4 miliar. Tentu cukup besar dibandingkan dua tahun sebelumnya," paparnya.
Sedangkan anggaran perjalanan dinas meningkat cukup drastis dari 2015 ke 2016. Dalam mendukung kinerja legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD Sulsel, dialokasikan anggaran yang cukup besar.
"Peningkatannya cukup besar pada 2015 mencapai Rp23 miliar dan tahun ini naik menjadi Rp29 miliar dialokasikan untuk belanja perjalanan dinas saja," ucapnya. (Antara)
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi