Suara.com - Isu Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso akan diganti Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sempat mengemuka beberapa hari terakhir.
Isu lain yang berkembang ialah Polri ingin mengepalai lembaga-lembaga strategis.
Saat ini, perwira tinggi Polri sudah memimpin Badan Narkotika Nasional yaitu Komjen Budi Waseso, kemudian Badan Nasional Penanggulangan Teroris oleh Komjen Suhardi Alius. Jika benar BIN akan dipimpin pati Polri juga, muncul pertanyaan TNI kebagian apa?
Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan pemilihan pimpinan untuk ketiga lembaga tersebut merupakan hak prerogatif Presiden. Itu sebabnya, menurut dia, tidak perlu dirisaukan.
"Ya, apa yang dilakukan Presiden kita harus amankan. Kita harus dukung. Kan begitu. Nggak usah khawatirlah, selama TNI bisa menerima, jadi nggak ada masalah," kata Ruhut di DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (26/8/2016).
Ketika ditanya apakah nanti tidak menimbulkan kecemburuan dari TNI kepada Polri, Ruhut yakin hal itu tidak akan terjadi.
"Nggaklah, kita hormati jugalah hak prerogatif Presiden dong," Ruhut menambahkan.
Menurut Ruhut tidak masalah kalau pun ketiga lembaga negara tersebut semuanya dipimpin perwira tinggi TNI maupun Polri.
"Kalau BNPT, BIN, BNN, siapapun kan bisa memimpin. Kalau BNN, kita tau selama ini, itu dipegang oleh Kepolisian," ujar Ruhut.
Berita Terkait
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Demo Ricuh Berujung Maut, Prabowo Tuding Ada Makar, Kinerja Intelijen Dipertanyakan
-
BIN: Situasi Nasional Kondusif Pasca-Demo, Keamanan di Bawah Kendali TNI-Polri
-
Eks BIN: Ada Rapat Tertutup Bahas Proklamasi Negara Riau Merdeka
-
CEK FAKTA: BIN Umumkan Kudeta dan Darurat Militer Beredar di YouTube
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI