Suara.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengapresiasi pencapaian atlet Indonesia di ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro atas prestasi yang telah berhasil diraih.
"Medali emas dan perak yang telah diraih Indonesia sungguh luar biasa, apalagi pada ajang bulutangkis telah berhasil mengalahkan lawan-lawan negara yang tangguh," kata Mikhail di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta, Rabu (31/8/2016).
Dalam agenda obrolan bersama wartawan tersebut, ia mengatakan sambutan terhadap atlet berprestasi di Indonesia sangat luar biasa, yang telah pulang dari Olimpiade 2016.
Namun menanggapi hasil akhir Olimpiade 2016, ia menyayangkan atas beberapa hal buruk yang telah menimpa dunia atlet dari salah satu negara adidaya di dunia ini.
"Banyak atlet kami yang terkena sanksi atas tuduhan doping, dan itu sangat memalukan, walaupun beberapa juga telah meraih hasil yang sangat baik," katanya.
Rusia bertengger di posisi keempat dalam total klasemen raihan medali; 19 emas, 18 perak, dan 19 perunggu. Hasil tersebut membuat negeri Beruang Merah berada di atas Jerman namun masih di bawah Cina.
"Kami meraih hasil positif ketika atlet kami bertanding di bawah tekanan psikologis yang hebat, atas pemberitaan penggunaan doping," katanya.
Ia menyayangkan banyaknya media-media barat yang menyudutkan pemberitaan tentang penggunaan doping di Rusia.
"Doping adalah hal kriminal dalam olahraga, jelas kami harus memeranginya, namun tuduhan-tuduhan terkadang berlebihan hingga melebar ke ajang Paralimpiade," kata Galuzin.
Sebelumnya, Rusia menegaskan ada nuansa politis dibalik keputusan pelarangan atlet-atlet Paralimpiade negara tersebut ikut serta dalam ajang Paralimpiade di Rio pada September mendatang karena skandal doping yang disponsori pemerintahnya.
Keputusan mengeluarkan seluruh kontingen Paralimpiade Rusia dari gelaran Paralimpiade 2016 sendiri, diumumkan oleh Komisi Paralimpiade Internasional (IPC) pada, Minggu (7/8/2016) lalu.
Hal tersebut berarti sedikitya 250 atlet Rusia akan melewatkan gelaran Paralimpiade pada 7-18 September mendatang.
Skandal yang sama juga, membuat sedikitnya 109 dari 387 atlet kontingen Rusia untuk Olimpiade Rio telah dilarang berlaga, termasuk seluruh skuat cabang atletiknya.
Awal mula skandal tersebut adalah laporan Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang menemukan bahwa pemerintah Rusia dan Badan Intelijen Rusia (FSB) selama bertahun-tahun telah menutup-nutupi ratusan kasus doping yang meliputi berbagai cabang olahraga utama termasuk dalam kegiatan Paralimpiade. (Antara)
Tag
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Curhat Driver Ojol di May Day 2026: Potongan Ganda Bikin Penghasilan Tergerus hingga 40 Persen
-
May Day 2026: Ratusan Buruh Mulai Kepung Gedung DPR, Aksi Besar Digelar Usai Salat Jumat
-
Ambisi Baru Prabowo: Bangun Kota Buruh Terintegrasi, Hunian hingga Transportasi Disubsidi
-
Di Depan Peserta Aksi May Day, Prabowo Umumkan UU PPRT Disahkan: Akhiri Penantian 22 Tahun
-
Getaran Sound Horeg dan Lautan Buruh Membelah Jantung Jakarta di May Day 2026
-
Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera
-
Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!
-
Prabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia