Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menunda sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin pada Senin (5/9/2015) mendatang.
Menanggapi jadwal persidangan tersebut, ketua tim kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan merasa dirugikan. Sebab, sidang kedelapan belas itu, Hakim anggota Binsar Gultom mempunyai agenda lain pada siang hari sehingga persidangan dengan agenda menghadirkan saksi meringankan menjadi terbatas. Awalnya, kata Otto, sidang yang diagendakan pada pagi hari.
"Ini kan jadi berubah.Tadi dipikirkan tanggal 5 September jam 9 pagi, tapi jam 2 siang. Jadi kacau juga jadwal kami ini. Karena limited sekali," kata Otto usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016)
Otto pun mengaku masih belum bisa memberikan penjelasan siapa saja saksi yang akan dihadirkan di sidang nanti. "Lihat tanggal 5 nanti," kata dia.
Dikatakan Otto, hingga kini jaksa penuntut umum belum bisa membuktikan secara dakwaan kepada kliennya. Hal itu, kata Otto berdasarkan keterangan Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Sarlito Wirawan Sarwono yang menjadi saksi ahli di sidang hari ini.
"Saya mengerti mereka membuktikan kesalahan, tapi dalam pembuktian tidak ditemukan kesalahan. Dia lihat kalau dia ajukan bukti ini, terdakwa tidak melakukan apa-apa, tunjukkan saja," kata dia.
Lebih lanjut, Otto juga menilai tidak menganggap adu argumen di persidangan dengan jaksa untuk bertaruang kalah atau menang. Namun, proses peradilan kasus 'kopi maut' ini harus bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk mencari keadilan.
"Jessica bebas pun saya nggak merasa menang. Apakah Anda puas JPU, orang ini tak bersalah, tapi dihukum? Apakah saya juga puas menangkan terdakwa padahal dia berbuat? nggak akan puas. Ini lah cita-cita dalam persidangan ini," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Rumor Panas Eks AC Milan ke Persib, Bobotoh Bersuara: Bojan Lebih Tahu Kebutuhan Tim
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
Terkini
-
Cincin Akik Hijau Jadi Sorotan, Diduga Hantam Wajah Brigadir Nurhadi Sebelum Tewas
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Mendagri: Masa Tanggap Darurat Aceh Utara Bisa Diperpanjang
-
PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung
-
Malam Ini, Banjir Jakarta Sudah Rendam Lebih dari 100 RT
-
Banjir Sebabkan Macet Parah di Jakarta, Polisi Sebut Tiga Titik Paling Krusial Ini
-
Pasutri Bandar Narkoba Dibekuk, Polda Metro Jaya Sita 1,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
-
Banjir Sebetis di Pemukiman Belakang Kantor Wali Kota Jaksel, Selalu Datang Setiap Hujan Deras
-
Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia
-
Keluhan Wali Murid di SD Negeri: Ketika Les Berbayar Jadi Beban Psikologis Anak