Kapolri Jenderal Tito Karnavian [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan anak buahnya telah memeriksa 177 calon jamaah haji asal Indonesia yang diamankan imigrasi Filipina karena masalah dokumen. Mereka akan ke Tanah Suci secara ilegal dengan menggunakan paspor Filipina.
"Sebagian sudah diperiksa, tim sudah bekerja di sana hampir 10 hari," kata Tito saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (4/9/2019).
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, 177 WNI tersebut menjadi korban penipuan yang dilakukan sindikat yang beroperasi di Indonesia. Sindikat ini kemungkinan memiliki jaringan dengan Malaysia.
"Kemungkinan ada penipuan oleh kelompok yang ada di Indonesia, yang memberangkatkan. Ada juga saya dengar terkait dengan ada warga negara Malaysia. Ini tim sudah bergerak, ada di Kaltim dan Sulsel," ujar dia.
Polri telah mengantongi nama-nama anggota sindikat penipu 177 WNI.
"Sebagian sudah diperiksa, tim sudah bekerja di sana hampir 10 hari," kata Tito saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (4/9/2019).
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, 177 WNI tersebut menjadi korban penipuan yang dilakukan sindikat yang beroperasi di Indonesia. Sindikat ini kemungkinan memiliki jaringan dengan Malaysia.
"Kemungkinan ada penipuan oleh kelompok yang ada di Indonesia, yang memberangkatkan. Ada juga saya dengar terkait dengan ada warga negara Malaysia. Ini tim sudah bergerak, ada di Kaltim dan Sulsel," ujar dia.
Polri telah mengantongi nama-nama anggota sindikat penipu 177 WNI.
"Kami sudah mendapatkan nama nama siapa yang mengirimkan. Tapi nanti penetapan tersangka baru kami umumkan," tutur dia.
Setelah melalui diplomasi yang panjang, sebanyak 168 dari 177 WNI akhirnya boleh dibawa pulang ke Indonesia mulai hari ini.
"Bahwa dari 177 WNI, 168 sudah dalam status, sekarang per menit ini adalah ready to go status," kata Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi saat memberikan keterangan pers di sela-sela mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja di Hangzhou, Cina.
Sedangkan sembilan WNI yang masih berada di Manila, Retno mengatakan keterangan mereka masih dibutuhkan otoritas Filipina.
Komentar
Berita Terkait
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Siapa Dro Fernandez? Pemain Keturunan Filipina Calon Musuh Calvin Verdonk
-
Profil Dro Fernndez: Pemain Keturunan Filipina Jebolan La Masia yang Diikat Kontrak Panjang PSG
-
Terpopuler: Wali Kota Selamat usai Ditembak RPG Mobil Bikin Penasaran, Suzuki Terdepak dari Thailand
-
Detik-Detik Wali Kota di Filipina Ditembak RPG, Mobil Rp600 Jutaan Jadi Penyelamat
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia
-
Dipanggil KPK Saat Praperadilan, Kubu Yaqut Cium Indikasi Intervensi: Ini Sangat Aneh
-
Menhaj Tegaskan Persiapan Haji 2026 Tetap On Schedule di Tengah Situasi Timur Tengah