Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya dan tiga tersangka prostitusi gay online (pakaian warna orange) [suara.com/Welly Hidayat]
Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Indonesia masih mendalami kasus perdagangan dan prostitusi anak untuk kaum gay. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya menduga masih ada germo-germo lain, selain tersangka AR , E, dan U yang sudah lebih dulu dibekuk.
"Kami ingin terus mendalami, karena kemungkinan ada pelaku lainnya," ujar Agung di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Agung menambahkan anak-anak yang menjadi korban prostitusi gay tercatat bertambah menjadi 148 orang.
"Kita peroleh bukti-bukti. Para korban dibawa oleh tersangka AR," katanya.
Agung mengatakan para tersangka memiliki pola yang berbeda untuk mencari anak-anak untuk dijual ke kaum gay.
"Hampir sama (polanya). Tapi tersangka punya spesifik sendiri mengolahnya, bagaimana cara dia mempekerjakan atau mengelola anaknya," kata Agung
Kasus ini terungkap pada Selasa (30/8/2016). Tersangka AR diringkus di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung.
Setelah AR ditangkap, polisi menangkap dua tersangka lainnya, E dan U pada Rabu (31/8/2016) malam. U juga germo, sedangkan E berperan sebagai pembantu AR dalam menampung uang bayaran pelanggan gay.
Mereka menjual anak-anak itu dengan tarif minimal Rp1 juta. Bahkan pernah ada gay asal Malaysia yang membayar Rp10 juta. Sementara anak-anak itu hanya dibayar Rp100-an ribu oleh germonya.
"Kami ingin terus mendalami, karena kemungkinan ada pelaku lainnya," ujar Agung di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Agung menambahkan anak-anak yang menjadi korban prostitusi gay tercatat bertambah menjadi 148 orang.
"Kita peroleh bukti-bukti. Para korban dibawa oleh tersangka AR," katanya.
Agung mengatakan para tersangka memiliki pola yang berbeda untuk mencari anak-anak untuk dijual ke kaum gay.
"Hampir sama (polanya). Tapi tersangka punya spesifik sendiri mengolahnya, bagaimana cara dia mempekerjakan atau mengelola anaknya," kata Agung
Kasus ini terungkap pada Selasa (30/8/2016). Tersangka AR diringkus di salah satu hotel di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung.
Setelah AR ditangkap, polisi menangkap dua tersangka lainnya, E dan U pada Rabu (31/8/2016) malam. U juga germo, sedangkan E berperan sebagai pembantu AR dalam menampung uang bayaran pelanggan gay.
Mereka menjual anak-anak itu dengan tarif minimal Rp1 juta. Bahkan pernah ada gay asal Malaysia yang membayar Rp10 juta. Sementara anak-anak itu hanya dibayar Rp100-an ribu oleh germonya.
Komentar
Berita Terkait
-
Guru yang Cabuli 4 Santri di Ponpes Lombok Tengah Ternyata Aktif di Aplikasi Kencan Gay
-
Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris
-
Dinar Candy Tolak Tawaran Kencan Rp1 Miliar: Aku Gak Jualan, Rezekiku Masih Banyak
-
Polisi Klarifikasi Dugaan Prostitusi Sesama Jenis di Tambora: Bukan Prostitusi, Tapi Suka Sama Suka
-
Gaji Rp3,5 Juta Jadi Umpan: Perempuan Dijebak Sindikat Prostitusi Online di Cilegon
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Emas Diprediksi Meroket ke Level Tinggi Imbas Aksi Borong Bank Sentral Dunia
-
DPR Minta BPJS dan Danantara Bantu Pasar Modal Redam Dana Asing yang Keluar
-
Final Piala Dunia 2026 Hari Apa? Catat Tanggal, Jam, dan Cara Nonton Resminya
-
PKSS Genjot Inovasi SDM Lewat Digitalisasi
-
Kopdes Merah Putih Jadi Pengepul Produk Desa, Mendes: Bukan Saingan BUMDes
-
Acer Resmi Jual AC di Indonesia, Acerpure Chill Punya HEPA Filter, AC Portable, Harga Mulai Rp3 Juta
-
Wamen Haji Dorong Industri Umrah Naik Kelas, Bisnis Tak Lagi Sekadar Kejar Profit
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Harry Kane Kritik Taktik Bertahan Inggris Penyebabkan Kekalahan Menyakitkan dari Argentina
-
Update Harga dan Buyback Emas Antam, UBS, Galeri 24 di Pegadaian