Suara.com - Seorang remaja Australia yang sempat merencanakan aksi teror dalam peringatan Hari ANZAC --momen pendaratan pasukan Australia dan Selandia Baru di Gallipoli (Turki) tahun 1915-- divonis 10 tahun penjara, Senin (5/9/2016).
Dalam rencananya saat itu, Sevdet Ramadan Besim (19), nama sang remaja, disebut bahkan merencanakan sejumlah aksi sadis, termasuk di antaranya memenggal kepala petugas polisi, serta mengikatkan bom ke seekor kangguru.
Besim disebut merencanakan untuk melancarkan aksi teror itu terhadap kepolisian dalam momen Parade Hari ANZAC di Melbourne, pada 25 April 2015 lalu. Rencananya terungkap ketika Kepolisian Inggris mendeteksi percakapan pesan teleponnya dengan seorang remaja Inggris usia 15 tahun.
Menurut Hakim Pengadilan Tinggi Victoria, Australia, Michael Croucher, keputusan Besim untuk mengaku bersalah menjadi satu faktor utama dalam pemberian vonis 10 tahun dan bukannya 15 tahun. Croucher mengatakan, dia berusaha menyeimbangkan kebutuhan antara melindungi publik dari rencana "jahat dan mengerikan" Besim, berikut juga usia, rasa bersalah dan prospek rehebilitasi sang terpidana.
"Saya mengakui bahwa usia muda Besim dan ketidakdewasaannya sebagai faktor pertimbangan (vonis). Dia baru berusia 18 saat melakukan kejahatan itu, dan saat ini baru berumur 19 tahun," ungkap sang hakim, sebagaimana dikutip Reuters dari transkrip persidangan.
Setidaknya sejak 2014, Australia yang dikenal sebagai salah satu sekutu dekat Amerika Serikat (AS), termasuk yang mengalami peningkatan ancaman aksi-aksi kelompok radikal. Salah satu aksi "lone wolf" di Australia misalnya terjadi pada 2014 lalu, ketika sebuah kafe di Sydney disandera di mana dua sandera dan sang pelaku akhirnya tewas.
Menteri Imigrasi Australia tahun ini juga menyatakan bahwa sekitar 100 orang telah berangkat dari negeri itu menuju Suriah demi bergabung dengan kelompok militan seperti ISIS. [Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya