Suara.com - Bareskrim Polri menetapkan tujuh tersangka kasus pemberangkatan 177 calon jamaah haji asal Indonesia dengan menggunakan paspor Filipina. Mereka adalah para pemimpin agen perjalanan haji.
Para tersangka yaitu pimpinan PT. Ramana Tour berinisial H alias AS dan BMDW, kemudian pimpinan Hade El Badr Tour berinisial Z alias AP. Sementara tersangka M alias NA, H alias MT, HF alias A, dan HAH alias A belum disebutkan dari agen perjalanan mana.
"Masing masing adalah otak dari kegiatan operasional mereka. Kalau ada tambahan bisa jadi yang membantu kejahatan ini. Sangat dimungkinkan penambahan tersangka baru," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jumat (9/9/2016).
Perputaran uang dalam kasus ini sangat banyak. Boy menyebut total uang yang masuk ke PT. Ramana Tour. dari calon jamaah haji yang akan mereka berangkatkan mencapai Rp3,5 miliar.
"Haji AS dan BDMW merupakan pemilik atau pimpinan travel agen atau badan usaha yang memberangkatkan PT. Ramana Tour. Mereka merekrut calon haji dengan menerima pembayaran haji khusus kerugian Rp3,5 miliar dari 38 orang korbannya asal Jepara 19, Pandaan, Pasuruan 12, Jambi dua, Tangerang tiga, dan Bogor dua," katanya.
Para tersangka kasus ini dikenakan tiga pasal berlapis yaitu Undang-Undang Perlindungan Konsumen Pasal 62 Nomor 8 Tahun 1999, UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji. Pasal 64 dan 63 dan yang terakhir berketerkaitan KUHP 378 tindak pidana penipuan dengan acaman 12 tahun penjara. [Erlangga Bregas Prakoso]
Berita Terkait
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
-
Pertama di Kunjungan Luar Negeri, Prabowo Pakai Maung di KTT ke-48 ASEAN 2026 di Filipina
-
Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN, Menteri Bahlil dan Seskab Teddy Ikut
-
Telin dan DITO Telecommunity Perkuat Konektivitas Regional, Dorong Akselerasi Ekosistem Digital
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi