Jenderal Budi Gunawan usai dilantik jadi Kepala BIN di Istana Negara. (Suara.com/Erick Tanjung)
Setelah dilantik sebagai Kepala Badan Intelijen Negaara (BIN), Budi Gunawan dinaikkan pangkatnya dari Perwira Tinggi bintang tiga atau Komisaris Jenderal menjadi Jenderal empat. Kenaikan pangkat Budi Gunawan (BG) diberikan oleh Presiden Joko Widodo setelah pelantikan dengan upacara di Istana Negara, Jumat (9/9/2016).
"Beliau langsung dinaikkan pangkat dari bintang tiga menjadi jenderal bintang empat oleh Presiden," kata Irjen Pol Boy Rafli Amar, Kepala Divisi Humas Mabes Polri di komplek Istana Kepresidenan.
Dengan dinaikkannya pangkat BG dari Komjen Polisi menjadi Jenderal, artinya ada dua Jenderal bintang empat yang masih aktif di institusi Polri. Namun, adanya dua jenderal bintang empat di institusi Polri menurut Boy tidak masalah, pasalnya BG bertugas di luar struktur Kepolisian. Sedangkan komando tetap hanya satu yaitu di tangan Jenderal Tito Karnavian.
"Meski Pak Budi Gunawan jenderal bintang empat, tapi kan di luar institusi Polri, tidak di struktural. Yang di Polri cuma satu (komando). Ini kan jabatan sama dengan Menteri ya (Kepala BIN)," ujar dia.
Boy menambahkan, sebelumnya di institusi Polri juga pernah ada dua jenderal bintang empat yang masih aktif.
"Untuk yang masih aktif pernah ada, seperti Pak Sutarman sebelum pensiun masih delapan bulan aktif. Dulu Pak Dai Bachtiar usia 52 tahun sudah turun (sebagai Kapolri), padahal 58 tahun baru pensiun," tutur dia.
Sedangkan BG sendiri baru pensiun sebagai anggota Polri tahun depan.
"Status Polisi pak Budi Gunawan belum pensiun, purnan baru tahun depan, akhir Desember. Dia Pati yang mendapat tugas sebagai pimpinan lembaga negara," kata dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Rocky Gerung: 'Hantu' Isu Lama Jokowi akan Terus Bayangi Pemerintahan Prabowo
-
Mahfud MD Kasih Dua Jempol untuk Prabowo: Ada Apa Ini?
-
Pengamat: Reshuffle Prabowo Tepis Bayang-bayang Jokowi dan Kirim Pesan ke PDIP
-
Reshuffle Kabinet Prabowo: Murni Evaluasi Kinerja atau Sekadar Drama Politik?
-
Tongkat Estafet Tokoh Menko Polkam: Ada SBY, Mahfud MD, Wiranto, hingga Djamari Chaniago
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua