News / Nasional
Jum'at, 09 September 2016 | 22:26 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Filipina Rodrigo Duterte melakukan blusukan ke Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta, Jumat (9/8/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengatakan kunjungan Presiden Filipina Rodrigo Duterte  ke Indonesia, saat ini, merupakan bagian dari lobi untuk meringankan warganya yang terjerat hukuman mati, Mary Jane.

"Duterte ke Indonesia ingin melobi terkait kasus Mary Jane, karena diindikasi kuat korban mafia narkoba internasional yang memasukkan sabu dan heroin ke dalam tasnya," kata Rieke, Jumat (9/9/2016/).

Duterte berada di Indonesia sejak Kamis (8/9/2016) malam. Hari ini, dia diajak Presiden Joko Widodo untuk blusukan ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rieke mengatakan langkah Presiden Duterte menunjukan dia seorang Kepala Negara yang berani turun langsung untuk menyelamatkan warganya.

Menurut Rieke, sikap seorang Duterte seharusnya ditiru oleh Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan tenaga kerja Indonesia asal Ponorogo, Rita Krisdianti. Rita terancam hukuman mati di Malaysia karena diduga kuat menjadi korban sindikat narkoba internasional.

"Untuk urusan seperti ini kan seharusnya Presiden melobi langsung. Mudah-mudahan langkah yang sama juga dilakukan Presiden Jokowi menyelamatkan TKI yang bernasib serupa dengan Mary Jane," ujarnya.

Rita ditangkap tahun 2013 karena di dalam tasnya didapati narkoba jenis sabu seberat empat kilogram.

Rita divonis hukuman mati pada 31 Mei 2016 oleh pengadilan di Malaysia, namun belum dipastikan waktu eksekusi.

Load More