News / Metropolitan
Jum'at, 09 September 2016 | 23:03 WIB
Polisi menggiring satu dari dua pelaku yang melakukan perampokan rumah di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (3/9). [suara.com/Oke Atmaja]

Salah satu komplotan perampok Pondok Indah berinisial S alias C pernah bekerja sebagai sopir pribadi mantan petinggi Exxonmobil, Asep Sulaiman. S menyerahkan diri petang tadi, setelah polisi mengendus keberadaanya.

"Inisial S ini selama 12 tahun menjadi sopir PT Exxon sampai hari ini statusnya outsourching di PT SNP indonesia, mulai 8-9 tahun driver Asep sampai tahun 2014," kata Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan kepada wartawan, Jumat (9/9/2016) malam.

Hendy juga menjelaskan peran S terkait peristiwa perampokan dan penyanderaan keluarga Asep di Jalan Bukit Hijau IX, nomor 17, Pondok Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016) lalu. Lantaran pernah bekerja menjadi sopir korban, S bertugas memberikan gambaran denah lokasi rumah Asep. S direkrut AJS yang berperan sebagai pimpinan komplotan sehari sebelum aksi perampokan.

"S berperan memberikan gambar dan denah rumah pak Asep, saat perampokan S ini sempat ikut berkumpul di hotel di Ciputat kemudian pada saat AJS dan S masuk ke dalam rumah, SAS dan RH ini menunggu di luar rumah untuk mengawasi," kata Hendy.

Dengan tertangkapnya S, maka lengkap sudah pemburuan polisi terhadap lima tersangka. Kata Hendy, polisi juga semakin kuat menyusun kesimpulan jika kasus ini adalah murni perampokan.

Suara.com - "Itu mulai dari persiapan para pelaku, perencanaan dan pernyataan-pernyataan yang diakui dari keterangan ketiga pelaku ini berkesesuaian dan saling menguatkan termasuk keterangan saksi-saksi tempat mereka berkumpul bahwa ini adalah motifnya perampokan. Jadi tidak ada motif yang lain," kata dia.

Tag

Load More