Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat Islam Indonesia, termasuk jamaah hajinya, berdiri di garda depan melawan Islamophobia dengan menunjukkan citra Islam sebagai agama yang cinta damai.
"PR terbesar umat Islam dunia, termasuk Indonesia yang harus berdiri di depan adalah bagaimana memberikan gambaran bahwa Islam itu damai, Islam itu mendorong kepada kerukunan dan seterusnya," kata Menag di Kawasan Jamarat, Mina, Rabu waktu Arab Saudi (14/9/2016).
Ia mengakui bahwa ada pihak-pihak yang melihat Islam dengan cara yang tidak sepenuhnya benar sehingga menimbulkan Islamophobia, karena itu umat Islam harus mawas diri dan melakukan refleksi diri.
"Maka yang dituntut dari kita umat Islam adalah bagaimana memberikan penjelasan dan citra yang baik dengan contoh yang baik. Bukan sebaliknya, menggambarkan Islam sebagai sesuatu yang menakutkan," katanya.
Ia juga meminta pihak luar agar melihat Islam secara komprehensif. "Jangan melihat satu dua kasus lalu digeneralisir seakan begitulah Islam secara keseluruhan," katanya.
Setelah dalam beberapa bulan terakhir isu Islamophobia kembali bergema di negara-negara Barat dengan aliran migran ke Eropa, insiden penyerangan di Prancis, konflik tak berujung di Suriah dan Yaman serta pernyataan salah satu kandidat Presiden AS, sedikitnya 1,5 juta umat Islam menggelar prosesi haji yang disebut sebagai salah satu prosesi yang menyatukan seluruh umat Islam dengan beragam latar budaya.
Setelah tahun lalu penyelenggaraan ibadah haji menjadi sorotan dunia terkait ketidakterbukaan Pemerintah Arab Saudi pada dua insiden besar yang merenggut nyawa ratusan jamaah, pelaksanaan ibadah haji kali ini dilakukan dalam bayang keterlibatan Arab Saudi di Yaman dan perseteruannya dengan Iran.
Namun, hingga berakhirnya puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina, Pemerintah Indonesia memberikan catatan yang positif.
Tidak terdapat kendala yang cukup berarti yang memerlukan penanganan khusus.
Menag bahkan menyebutkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini terbilang lancar.
Hal yang sama juga dikemukakan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz saat pertemuan dengan para pemimpin haji atau Amirul haj di Istana Negara.
Sebagaimana dikutip dari keterangan yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, Raja Salman menyampaikan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah mencurahkan segala daya dan upaya untuk terciptanya keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji sehingga dapat berlangsung aman dan tertib.
Ia menolak keras upaya yang menjadikan ibadah haji sebagai isu politik atau persoalan madzhab, karena ibadah haji diperuntukan kepada semua umat Islam tanpa ada diskriminasi atas dasar apapun.
Dalam kesempatan itu, ia mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu padu menolak radikalisme dan ekstrimisme karena menurutnya, kedua hal itu merupakan faham yang tercela, baik secara syariat maupun logika.
Jika telah merasuk dalam diri umat Islam, lanjutnya, maka faham itu akan menghancurkan kemuliaan dan masa depan umat Islam di mata dunia internasional.
"Tidak ada jalan lain untuk keluar dari kubangan persoalan ini, kecuali dengan kembali kepada spirit ajaran Islam dan memperkuat persatuan dan kesatuan Umat Islam," katanya.
Dalam pertemuan itu ia mengaku prihatin dengan konflik, perpecahan, dan peperangan yang terjadi di negara-negara Islam. Padahal Islam adalah agama perdamaian dan keadilan yang menjunjung tinggi persaudaraan, kasih sayang, dan kebajikan.
Untuk itu, Raja menyeru pimpinan umat Islam untuk merapatkan barisan demi terciptanya persatuan, serta mencari solusi bersama atas konflik berkepanjangan di antara umat Islam.
"Pemerintah Saudi sangat menaruh perhatian dengan segala upayanya untuk terciptanya kedamaian dan kebaikan bagi negara-negara Islam dan dunai secara keseluruhan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras