Suara.com - Jaksa penuntut umum mempertanyakan perangkat yang digunakan ahli digital forensik Rismon Hasilohan Sianipar yang menjadi saksi ahli dari terdakwa Jessica Kumala Wongso.
"Karena hardware dan softwatenya harus berstandar. Kami siap untuk menguji bukti materil," kata Jaksa Ardito Muwardi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).
Terkait pernyataan itu, ketua tim kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan lantas menyela. Dia keberatan dengan ucapan jaksa.
"Ini nggak relevan yang Mulia. Kenapa Anda (JPU) tidak menyebuktan pas ahli dari pihak Jaksa?" timpal Otto.
Terkait standarisasi dari perangkat lunak yang digunakan yang dipertanyakan kubu jaksa, Otto pun menilai jika hal tersebut tak berkaitan dengan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Pihak Jessica pun tak pernah mempermasalahkan metode atau perangkat yang digunakan saksi ahli Jaksa selama kasus kopi Maut Mirna bergulir di persidangan.
"Kenapa mesti takut. Saya juga tidak mempermasalahkan pihak anda pakai metode apa. Yang mulia kan yang menentukan hasilnya," kata dia.
Perdebatan pun terjadi antara tim jaksa dan tim pengacara Jessica soal standarisasi perangkat lunak yang digunakan Rismon.
"Dapat dipastikan mengenai keterangannya, antara laptop, hardware, harus berstandar," kata salah satu jaksa
Rismon pun berbalik mempertanyakan soal standarisasi perangkat yang dipermasalahkan jaksa.
"Saya tidak mengerti apa itu standar," kata Rismon disambut tepuk tangan pengunjung sidang.
"Kami ingin menganalisa video dari saksi ahli. Karena dipersidangan banyak hal-hal yang tidak jelas. Di sini kami akan menjelaskan seperti gambar menggaruk paha. Kita butuh hasil dari pemprosesan ahli," sambung Rismon.
Mendengar perdebatan tersebut, Ketua Majelis Hakim Kisworo pun berupaya menengahi.
"Majelis berketetapan, penayangan CCTV kita tunggu ahli digital forensik Jaksa Penuntut Umum, karena beban pembuktian ada di jaksa. Untuk menjaga keaslian, kita tunggu digital forensik dari jaksa," kata Hakim Kisworo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733