Suara.com - Jika tokoh Badan Musyawarah Masyarakat Betawi tersinggung dengan wacana penghapusan dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan juga tersinggung dengan isu rasis yang dimunculkan di acara Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, tempo hari.
"Tersinggung? Ya gue juga tersinggung elu maki-maki gue di Lebaran Betawi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/9/2016).
Kemarin, Ketua Forum Komunikasi Anak Betawi Nachrowi Ramli menegaskan acara Lebaran Betawi 2016 bukan bermotif politik. Menurut dia ketika itu Bamus Betawi hanya menyampaikan aspirasi di tengah dinamika politik jelang pilkada Jakarta yang mulai memanas.
"Memangnya salah kalau seperti itu? Kita menyalurkan aspirasi agar didengar parpol. Jadi jangan salah interpretasi. Bamus Betawi bukan berpolitik, melainkan menyampaikan aspirasi," kata Nachrowi yang juga Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).
Aspirasi yang dimaksud Nachrowi yaitu mengusulkan tokoh alternatif agar diusung partai ke pilkada. Nama yang mereka usulkan merupakan putra daerah.
Bamus Betawi sudah menjaring empat nama yaitu Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung), Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Nachrowi sendiri, dan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Sylviana Murni.
Manuver Bamus Betawi membuat Ahok bicara. Ahok kemudian mengusulkan penghapusan dana hibah ke badan tersebut karena dianggap sudah masuk ke ranah politik. Padahal, pemerintah membantu mereka dengan tujuan untuk program pelestarian budaya.
"Itu sudah melanggar pancasila dan UUD 1945, dimana dia bilang Jakarta harus Betawi yang jadi gubernur dia. Itu udah nggak betul. Kalau saya sih nggak takut," kata Ahok, Selasa (6/9/2016).
"Cuma maksud saya anda ini nggak boleh nerima uang hibah untuk Bamus Betawi pakai berpolitik. Makanya saya bilang harus distop," kata Ahok.
Berita Terkait
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Ahok Ngamuk di Sidang Korupsi LNG Pertamina: Saya Paling Benci Korupsi, Akan Saya Sikat!
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Kesaksian Ahok di Kasus Korupsi Pertamina Bikin Geger, Sentil Menteri BUMN
-
Pakar UGM Bongkar Akar Masalah BUMN: Titipan Politik Bikin Rugi dan Rawan Korupsi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan