Suara.com - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan menyediakan ruangan kelas khusus bagi pelajar nakal yang tidak bisa ditangani oleh guru mereka di sekolah.
"Ini jadi salah satu cara penanganan pelajar nakal yang efektif," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kepada Antara di Purwakarta, Jumat (16/9/2016).
Ia mengatakan, ruang kelas pelajar nakal itu disediakan di ruangan khusus kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Purwakarta, dengan mentor yang khusus, disesuaikan dengan tingkat kenakalannya.
"Mereka (pelajar nakal) juga memiliki hak penuh untuk mendapatkan pendidikan. Makanya harus kita akomodasi, dari nakal berubah menjadi tidak nakal, itu akan menjadi indikator keberhasilannya," kata dia.
Dedi menjelaskan, pelajar yang mengikuti kelas khusus tersebut secara administrasi masih berstatus sebagai siswa di sekolahnya.
Mereka hanya pindah lokasi belajar dan akan dikembalikan ke sekolahnya ketika sudah mengalami perbaikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
"Jadi mereka hanya pindah tempat belajar, secara administratif masih tercatat sebagai siswa di sekolah masing-masing. Kalau mau kembali belajar di sekolahnya, mereka harus menunjukan perubahan karakter dari tadinya buruk menjadi baik," katanya.
Untuk fokus pelajaran yang diajarkan itu juga diberlakukan berbeda, lebih kepada olah raga, spiritual dan kreativitas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Suasana PN Jaksel Riuh! Gugatan Praperadilan Dikabulkan, Kasus Air Keras Andrie Yunus Berlanjut
-
Nadiem Makarim: Chromebook Bikin Negara Hemat Triliunan, Mengapa Saya yang Dituntut?
-
Fenomena Mas Bahlil Ganteng, Kala Kritik di Media Sosial Berbalik Jadi Keuntungan Politik
-
Gelar Pasar Murah Iduladha, Disperindag Jabar Sediakan Kebutuhan Pokok Harga Terjangkau
-
Mimpi Buruk yang Nyata, Nadiem Ceritakan Malam-Malam Terberat di Balik Jeruji
-
Pleidoi 1.400 Halaman Siap Dibacakan, Nadiem: Bagi Orang Jujur, Mudah Menuturkan Kejujuran
-
Habiburokhman Semprot Dino Patti Djalal: Kritik Lawatan Prabowo Itu Serangan Membabi Buta!
-
Nostalgia Mega-Pro? Kedekatan Prabowo-Megawati Jadi Sinyal Kuat Koalisi 2029
-
Penurunan Muka Tanah dan Hilangnya Mangrove Bikin Pantura Kian Rentan Banjir Rob, Adakah Solusinya?
-
Mantan Artis F Jalankan Sindikat Love Scammer Internasional di Solo, Tipu Rp 41 Miliar