Suara.com - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan fokus Pemerintah untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, ketimpangan dan kekurangan lapangan pekerjaan di desa-desa seluruh Indonesia. Khususnya kemiskinan di desa-desa kawasan hutan.
"Dalam rapat terbatas sebelumnya saya telah meminta seluruh Kementerian dan Lembaga berkonsentrasi mengatasi kemiskinan di Desa-desa sekitar kawasan hutan yang banyak sekali," kata Jokowi dalam rapat terbatas membahas mengenai perhutanan sosial di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/9/2016).
Jokowi menjelaskan, berdasarkan catatan yang ia peroleh ada 25.463 Desa di kawasan hutan yang 71 persen beban hidupnya bersumber dari sumberdaya hutan tersebut. Sekitar 10,2 juta rakyat miskin yang berada di kawasan hutan tidak memiliki aspek legal terhadap sumber data hutan.
"Untuk itu perlu diambil langkah-langkah yang nyata, kongkrit guna mengatasi kemiskinan di Desa-desa kawasan hutan. Segera sosialisasikan kebijakan kehutanan sosial yang memberikan akses ruang kepada sumberdaya hutan bagi warga di sekitar," ujar dia.
Dia memaparkan, dalam skema hutan sosial, hutan taman rakyat realisasinya belum optimal. Lahan untuk tanaman rakyat sangat luas yaitu 5,4 juta hektar. Namun sampai tahun 2014 realisasinya di area lahan hanya mencapai 13 persen yaitu 702.000 hektar.
Sedangkan izin hutan tanaman rakyat yang diterbitkan Bupati hanya 188000, dan hutan kemasyarak0atan ditargetkan 2,5 juta hektar, namun realisasinya baru mencapai 610 hektar atau 24,4 persen.
"Saya minta seluruh hambatan untuk realisasi ini segera bisa diatasi, saya minta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera menyederhanakan regulasi yang dituju. Sehingga mudah diakses oleh masyarakat, memberikan perhatian pada masyarakat adat, segera keluarkan penetapan hutan adat terutama yang memenuhi persyaratan. Ini harus digarisbawahi, penting sekali," tutur dia.
Selain itu, Jokowi mengingatkan kepada semua jajarannya agar tidak hanya berhenti pada pemberian akses legal dengan memberikan izin hutan sosial, namun juga ditindaklanjuti dengan program lanjutan untuk memperkuat kemampuan warga di sekitar kawasan hutan. Yakni seperti menyiapkan sarana pelatihan, penyuluhan, akses teknologi, pembiayaan dan aspek bisnis.
"Persiapkan juga aspek bisnis perhutanan sosial yang tidak hanya untuk listrik, tapi juga untuk bisnis wisata, bisnis Agro silvo pastur, bisnis bio energi, bisnis hutan kayu, serta bisnis industri kayu rakyat," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?
-
Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar
-
Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF