Suara.com - Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, AKBP Hari Suprapto mengatakan sepekan sejak ditahan kondisi kesehatan Nurmi Usman alias Oma, kini telah pulih bahkan mengalami pertambahan berat badan hingga 2 kilogram.
Nurmi Usman merupakan istri Basri, anggota kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Poso dipimpin oleh Santoso, yang menjadi target buruan tim satuan tugas operasi Tinombal 2016.
Selain istrinya, kondisi kesehatan Basri alias Bagong alias Bang Ayas alias Opa pun sudah mulai membaik. Saat ditangkap pekan lalu, keduanya dalam keadaan pucat, namun kini kondisi mereka terlihat lebih cerah.
"Kondisi kesehatan keduanya sudah sangat membaik, sehingga dalam waktu dekat akan segera dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim penyidik yang masuk dalam operasi Tinombala di Mapolda Sulteng," kata juru bicara Satgas Tinombala tersebut.
Meski pun belum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Mabes Polri, sejak foto keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Polda Sulteng, lanjutnya, telah menetapkan keduanya sebagai tersangka.
Hal itu dilakukan karena keduanya sangat jelas telibat dan turut serta dalam aksi tindak pidana terorisme di wilayah Kabupaten Poso di bawah pimpinan Abu Wardah alias Santoso yang merupakan pimpinan Mujahidin Indonesi Timur(MIT).
Untuk Basri kata Hari, saat penangkapan dilakukan kondisi rambut dalam keadaan gondrong, kini telah dipangkas rapi. Itu merupakan permintaan dan tawaran dari pihak Kepolisian.
"Saat ditawarkan untuk gunting rambut, Basri bersedia dan menyetujuinya. Hal ini juga tidak lain berdasarkan prinsip kemanusian," ujarnya.
Lebih lanjut kata Hari, keberadaan Basri bersama istrinya saat ini, masih berada di wilayah hukum Polda Sulteng serta dalam pengawasan dan penanganan Densus 88 yang masuk dalam tim operasi Tinombala.
"Jelasnya mereka masih dalam penanganan Satgas III investigasi Ops Tinombala dan masih berada di lingkungan Palu," tegas Hari.
Sementara itu, DPO bernama Jumiatin Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima yang merupakan istri dari Santoso, sejak awal September lalu telah diberangkatakan ke Jakarta untuk penyidikan lebih lanjut oleh Mabes Polri. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Blak-blakan Soal Penggeledahan Polisi di Tengah Usut Korupsi MBG
-
Akal-akalan Jampidsus? Ngaku Rumah Sentul yang Digeledah Miliknya Sejak Lama, Kok Nggak Masuk LHKPN!
-
Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita
-
Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat
-
Jadi Momok, LSAK Desak Prabowo Cabut Perpres Pelindungan Jaksa oleh TNI
-
Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian
-
Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras
-
Kejar Tenggat Akhir Tahun, Normalisasi Ciliwung Disebut Tinggal Selangkah Lagi
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Begini Respon Resmi DPP PDIP
-
Selain Bupati Sukoharjo, KPK Bawa 9 Orang ke Jakarta Usai OTT