- Peneliti LSAK meminta Presiden Prabowo mencabut Perpres Nomor 66 Tahun 2025 terkait pelindungan negara terhadap jaksa.
- Keterlibatan personel TNI dalam penanganan perkara korupsi batu bara memicu kekhawatiran terhadap prinsip supremasi sipil di Indonesia.
- LSAK mendesak penegakan hukum kasus korupsi batu bara dilakukan secara ketat sesuai prosedur guna menghindari persoalan baru.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto diminta untuk mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2025 tentang Pelindungan Negara terhadap Jaksa dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kejaksaan Republik Indonesia.
Permintaan itu disampaikan menyusul sorotan terhadap keterlibatan personel TNI dalam proses penanganan perkara dugaan korupsi batu bara yang melibatkan pejabat Kejaksaan.
Peneliti Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) Ahmad A. Hariri menilai kehadiran aparat militer dalam setiap tahapan tindakan hukum telah memunculkan kekhawatiran terhadap prinsip supremasi sipil.
"Hadirnya pasukan TNI pada setiap proses tindakan hukum di kasus ini telah menjadi momok yang mengerikan terhadap supremasi sipil," kata Hariri di Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keberadaan TNI dalam penegakan hukum tidak dapat terus dibenarkan hanya dengan merujuk pada Perpres Nomor 66 Tahun 2025.
"Karena pada relevansinya telah bertentangan dengan KUHAP dan tidak aplikatif dalam kontekstualisasinya," tegas Hariri.
Atas dasar itu, LSAK meminta Presiden Prabowo sebaiknya mencabut Perpres Nomor 66 Tahun 2025 tersebut.
"Kepada Presiden Prabowo, sebagai panglima tertinggi penegakan hukum, maka kami meminta agar Presiden segera mencabut Perpres 66/2025 dan menegakkan kembali supremasi sipil seutuhnya," ujar Hariri.
Selain menyoroti keterlibatan TNI, LSAK juga meminta penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU tata kelola batu bara yang tengah bergulir mendapat pengawasan ketat agar proses hukumnya berjalan sesuai due process of law dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Baca Juga: Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?
Berita Terkait
-
Kejaksaan Punya Personel Pengamanan Internal, Kenapa Libatkan TNI Jaga Rumah Jampidsus?
-
LSAK Usul KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Batu Bara Pejabat Kejaksaan: Syarat Hukum Sudah Terpenuhi
-
Pintu Lantai Tiga Ruko Cipete Dipotong, Polisi Buru Jejak Dokumen Kasus Korupsi Hingga TPPU
-
Mengenal Profil Febrie Adriansyah, Sosok Jampidsus Kejagung yang Ramai Dibahas
-
Perpres Pelindungan Jaksa Dinilai Terlalu Longgar, Pakar Minta Batas Pelibatan TNI Dipertegas
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Uang Miliaran Rupiah Disita
-
Pramono Anung Ungkap Komunikasi Terakhir dengan Rachmat Gobel Sepekan Sebelum Wafat
-
Menteri Hukum: Program Pasti Ada Solusi Tak Sekadar Tampung Aduan, Namun Pastikan Penyelesaian
-
Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras
-
Kejar Tenggat Akhir Tahun, Normalisasi Ciliwung Disebut Tinggal Selangkah Lagi
-
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Begini Respon Resmi DPP PDIP
-
Selain Bupati Sukoharjo, KPK Bawa 9 Orang ke Jakarta Usai OTT
-
Sindir Penjahat Timbun Emas dan Harta di Sentul, LSAK: Mereka Adalah Qorun Versi Upgrade!
-
Sudah Seperti Adik Sendiri, Surya Paloh Kenang Rachmat Gobel Sebagai Industrialis Pekerja Keras
-
Pintu Dirantai, Sunyi Senyap Ruko di Cipete Usai Digeledah Polisi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kakap