News / Nasional
Jum'at, 10 Juli 2026 | 13:39 WIB
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah (tengah) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
Baca 10 detik
  • Jampidsus Febrie Adriansyah menanggapi penggeledahan oleh tim gabungan Polri di lingkungan Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 Juli 2026.
  • Kejaksaan Agung sedang memprioritaskan penyelesaian berkas perkara dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.
  • Penyidik telah mengidentifikasi 47 nama pihak yang diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut berdasarkan keterangan tersangka utama Sony Sonjaya.

Suara.com - Suasana di lingkungan Korps Adhyaksa memanas. Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, akhirnya angkat bicara terkait serangkaian penggeledahan yang menyasar dirinya.

Aksi penggeledahan di sejumlah lokasi tersebut diketahui dipimpin oleh tim gabungan dari Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Langkah mendadak pihak kepolisian ini memicu spekulasi liar di publik.

Beredar kabar bahwa "serangan balik" berupa penggeledahan tersebut merupakan respons atas langkah Kejaksaan Agung yang tengah mengusut dugaan korupsi besar dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi isu tersebut, Febrie Adriansyah tampak tenang namun tegas saat ditemui di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

“Tapi tentunya itu kan tidak serta-merta bisa juga terkait dengan perbuatan melawan hukum dan bisa jadi proses pidana. Nah ini kita lihat perkembangannya nanti, tetapi kita juga menginginkan agar BGN ini dapat berjalan baik ya,” ujar Febrie pada Jumat (10/7/2026).

Fokus Berkas Perkara, Perintah Prioritas

Meski dihujani tekanan, Febrie menegaskan bahwa pihaknya tidak akan goyah. Saat ini, tim penyidik Jampidsus tengah tancap gas melakukan pemberkasan untuk menuntaskan perkara dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional tersebut. Menurutnya, kasus ini adalah mandat prioritas yang harus segera diselesaikan.

Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung (Instagram/infokrw)

“Saya sampaikan bahwa yang di BGN ini, ini sedang berjalan proses pemberkasan. Masih fokus di sana untuk cepat menyelesaikan, perintah ke saya itu yang menjadi prioritas,” tegasnya.

Kejaksaan Agung tampaknya sudah mengantongi kartu as dalam kasus ini. Febrie mengungkapkan bahwa jumlah pihak yang diduga terlibat terus membengkak.

Baca Juga: Febrie Adriansyah Pastikan Tak Ada Proses Hukum yang Dihilangkan dalam Kasus Dugaan Korupsi Asabri

Berdasarkan nyanyian tersangka utama, Sony Sonjaya, muncul puluhan nama baru yang kini masuk dalam radar penyidik.

“Sedangkan nama-nama yang disebut oleh Pak Soni 41 orang, bahkan juga di kita berkembang 43 ya, 47 nama yang terlibat,” pungkas Febrie.

Kini publik menanti, apakah pengusutan kasus Makan Bergizi Gratis ini akan menyeret nama-nama besar lainnya, atau justru terjepit di tengah ketegangan antar-lembaga penegak hukum?

Load More