Suara.com - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016 turun sebesar Rp4,25 triliun.
Hal ini disampaikan Ahok dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Gubernur terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi mengenai Raperda tentang perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2016 di kantor DPRD DKI, Kamis (6/10/2016).
"Perubahan APBD tersebut dapat saya sampaikan bahwa secara total APBD Provinsi DKI Jakarta turun dari Rp67,16 triliun, menjadi Rp62,91 triliun," kata Ahok dalam rapat paripurna.
Dia menjelaskan, sesuai realisasi makro ekonomi, sampai dengan triwulan II 2016, pertumbuhan ekonomi DKI tumbuh yaitu 5,86 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan I 2016 yakni 5,62 persen. Dorongan peningkatan terutama bersumber dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga seiring dengan perbaikan optimisme konsumen dan daya beli masyarakat.
Menurut dia, berdasarkan pantauan terhadap berbagai faktor, yakni kondisi ekonomi global, nasional serta masih terjaganya momentum perbaikan ekonomi ke depan, perekonomian DKI pada 2016 diperkirakan akan lebih tinggi dari proyeksi pada penetapan APBD tahun anggaran 2016 yang sebesar 5,4 sampai 5,8 persen. Penyesuaian asumsi pertumbuhan ekonomi diikuti dengan. Penyesuaian asumsi laju inflasi ddan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika.
"Dengan demikian, indikator yang digunakan sebagai asumsi makro dalam penetapan APBD tahun anggaran 2016 tersebut perlu dilakukan perubahan," ujar dia.
Realisasi pendapatan daerah sampai 30 Juni 2016 mencapai Rp23,06 triliun atau 39,09 persen dari rencana sebesar Rp59,00 triliun. Sedangkan realisasi belanja daerah dari rencana sebesar Rp59,94 triliun, sampai akhir bulan Juni 2016 telah terealisasi Rp17,41 triliun atau 29,05 persen.
"Kemudian realisasi pembiayaan daerah, sesuai hasil perhitungan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2015 yang telah diaudit BPK perwakilan DKI Jakarta diperoleh SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) sebesar. Rp4,93 triliun. Sementara itu, SiLPA yang telah diproyeksikan dalam penetapan APBD TA 2016 sebesar Rp7,93 triliun. Dengan demikian SiLPA yang dialokasikan pada penetapan APBD TA 2016 juga perlu dilakukan penyesuaian," tutur dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat