Berbeda dengan Kamil. Rahmad Nasir dari Situbondo mengaku bertahan karena menunggu pencairan uang hasil penggandaan yang dijanjikan Taat Pribadi. Nasir mengaku sudah menyetor uang banyak.
"Ya memang sudah menyetor uang. Namun, saya sudah tidak ingin lagi berapa jumlahnya. Namun, yang pasti saya pribadi masih percaya uang itu akan kembali," katanya.
Meski ada imbauan agar mereka meninggalkan padepokan, mereka menolak.
"Saya sih, tiap terus terusan menetap. Kadang tiap 2 hari saya pulang. Kembali lagi, setelah dua hari dari rumah," ujar Nasir.
Pengikut setia Taat Pribadi yang hingga kini bertahan di tenda-tenda mengaku tidak akan meninggalkan padepokan turun perintah langsung dari sang guru.
’’Saya tidak akan pergi sebelum ada perintah gaib dari guru saya,’’ kata Nasrudin, warga asal Indramayu.
Menurut dia kesetiaan terhadap Taat Pribadi sudah harga mati.
Bahkan, Nasrudin mengaku tidak akan terpengaruh, meski Taat Pribadi akhirnya terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan dan penggandaan uang.
Nasrudin mengaku sering diperlihatkan ’proses mengadakan barang secara ghaib.
Sementara, Ketua Bidang Program Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Hermanto, mengatakan para pengikut padepokan merupakan orang-orang setia.
"Buktinya, meski saat ini sudah mulai berkurang. Namun, Sabtu (1/10) lalu ketika Ibu Marwah Daud datang ke sini, ribuan santri justru datang di sini," ujar Hermanto.
Hermanto mengatakan semua santri yang datang ke padepokan mendapatkan uang dari Taat Pribadi.
"Sebab, ada persyaratan jika bahwa yang mendapatkan uang dari yang mulia, yang boleh dipakai untuk kepentingan pribadi hanya 30 persen saja. Jika lebih, atau jika melanggar akan ada akibat ghaibnya," kata dia.
Jalan diblokir
Sebelum kasus pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi terungkap, padepokan selalu dijaga ketat oleh para pengikut.
Pelindung yang dinamai laskar Dimas Kanjeng menjaga padepokan siang malam. Mereka dipersenjatai kayu rotan atau biasa disebut panjelin. Konon, pajelin bisa membelah benda seberat satu ton.
Dulu, jalan masuk ke padepokan atau penghubung Desa Gading Wetan dengan Desa Wangkal sempat ditutup oleh pengawal Taat Pribadi. Jalan diportal mulai dari pintu masuk menuju padepokan dan sisi belakang pintu keluar, tepatnya di belakang rumah Taat Pribadi.
Disinyalir, penutupan jalan tersebut untuk menghalangi rencana polisi menciduk Taat Pribadi.
Namun, selang tiga hari usai penangkapan, polisi membongkar portal. Pembongkaran sempat ditentang pengikut.
Camat Gading, Slamet Haryanto, mengatakan ketika itu pengikut Taat Pribadi menutup jalan desa dengan alasan sedang ada acara di padepokan.
"Dulu memang ditutup. Tapi, setelah adanya penangkapan kemarin. Polisi sudah membuka. Alhamdulillah, sudah bisa dilewati warga," ujar Slamet.
"Jalan itu ditutup pihak padepokan sejak beberapa bulan terakhir. Mereka ijin hanya menutup jalan sementara karena ada kegiatan, ternyata jalannya ditutup terus-menerus sehingga warga tak bisa lewat. Pembongkaran portal itu oleh polisi sudah tepat," Slamet menambahkan. [Andi Sirajuddin]
Tag
Berita Terkait
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim
-
Ada Bukti CCTV! Korban Pencurian di Jakpus Protes Kasus Malah Dihentikan Polisi
-
Gugat Polisi dan Jaksa di Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo Jalani Sidang Praperadilan Hari Ini