Suara.com - Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, Rabu (5/10/2016) menjadi sorotan di Rusia setelah tiga putranya, yang berusia antara 8 hingga 10 tahun tampil sebagai petarung di ajang mixed martial arts (MMA), atau yang lazim dikenal dengan sebutan tarung bebas. Kemunculan tiga putra Kadyrov dinilai melanggar aturan internasional olah raga tarung bebas.
Dalam sebuah video yang diunggah Kadyrov ke Instagram, Akhmad, putranya yang berusia 10 tahun, terlihat meng-KO lawannya dalam hitungan detik dalam sebuah arena tarung bebas di Grozny, Chechnya. Sang ayah, Kadyrov, tampak hadir dan menyaksikan pertarungan anaknya.
Ketua Serikat Tarung Bebas Rusia, Fedor Emelianenko, mengecam pertarungan yang menyertakan anak di bawah umur tersebut.
"Apa yang terjadi dalam turnamen di Grozny tidak dapat diterima dan tidak bisa dibenarkan," tulis Emelianenko di Instagram.
Menurutnya, kendati pertarungan antarbocah itu hanya sebuah eksibisi dan bukan turnamen, tetap saja ada pertarungan fisik yang sesungguhnya di situ.
"Anak-anak yang berusia 8 tahun saling memukul di hadapan orang-orang dewasa," katanya.
Kadyrov mengatakan, putra tertuanya Akhmad bertanding di kelas berat badan 33 kilogram. Sementara itu, adiknya Eli (9), dan Adam (8) bertarung di kategori berat badan 27 kilogram dan 35 kilogram. Keduanya juga berhasil mengalahkan masing-masing lawannya.
Emelianenko menegaskan, anak-anak berusia di bawah 12 tahun tidak diperbolehkan ikut kompetisi. Bahkan, anak-anak yang berusia di atas 12 tahun pun diwajibkan mengenakan helm.
"Saya amat heran karena sang pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyaksikan semua ini," tambah Emelianenko.
Emelianenko, yang adalah mantan juara dunia tarung bebas, adalah anggota komisi pemerintah yang mengurusi masalah olah raga.
Kementerian olah raga Rusia mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap hal ini.
"Kami akan menyelidiki situasi ini dan akan memberikan informasi soal ini," kata wakil menteri olah raga Rusia Pavel Kolobkov kepada kantor berita TASS.
Kadyrov terpilih untuk ketiga kalinya sebagai pemimpin Chechnya pada Rabu lalu usai meraih 98 persen suara pemilih. Chechnya sendiri merupakan sebuah republik bagian dari federasi Rusia. (AFP)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Jaksa Cecar Misteri Hilangnya Celana Robek, Ini Jawaban Jessica
Biadab, Bayi 1 Tahun Dimutilasi Ibu Kandungnya Sendiri
Ini Pengakuan Pengikut Dimas Kanjeng yang Sulit Dinalar
Tak Direstui Keluarga, Ini Alasan Asty Ananta Tetap Nikah di Bali
Inilah Pekerjaan Mario Teguh Sebelum Menjadi Motivator Terkenal
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat