Suara.com - Kepolisian Jerman, pada Senin (10/10/2016), mengumumkan telah berhasil menangkap seorang lelaki yang diduga berencana melancarakan serangan bom di negara tersebut. Penangkapan itu merupakan klimaks dari perburuan yang digelar sejak Sabtu (8/10/2016).
"Melelahkan tetapi sangat gembira: kami telah menangkap tersangka teroris malam tadi di Leipzig," tulis kepolisian Saxony di media sosial Twitter.
Kepolisian Saxony, Jerman pada Sabtu mengepung kota Chemnitz untuk memburu Jaber Albakr, seorang pengungsi Suriah berusia 22 tahun yang diduga akan melancarkan serangan bom di negeri itu.
Tetapi Albakr berhasil lolos justru ketika polisi mendekati apartemennya di kota yang terletak di Jerman bagian timur itu. Dalam kediamannya itu polisi menemukan ratusan gram bahan peledak.
Albakr diketahui memasuki Jerman pada 2015 dan secara resmi diberi status pengungsi.
"Gambaran umum dalam investigasi ini, termasuk dari jumlah bahan peledak yang ditemukan, diindikasikan bahwa dia berencana melancarakan serangan bermotif agama," kata juru bicara kantor kejaksaan federal Jerman pada Minggu.
Penangkapan ini merupakan pukulan telak bagi Kanselir Angela Merkel yang membuka pintu bagi sekitar sejuta pengungsi pada 2015 lalu.
Pada Juli lalu kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah, mengklaim bertanggung jawab atas serangan di sebuah kereta api di Wuerzburg dan di sebuah festival musik di Ansbach yang melukai 20 orang. (Reuters)
Berita Terkait
-
Akhir Era Assad: Gelombang Kepulangan Pengungsi Suriah Dimulai
-
Era Baru Suriah? 81.000 Pengungsi di Turki Pilih Kembali ke Tanah Air
-
Eksodus Pengungsi: 52 Ribu Warga Suriah Tinggalkan Yordania Menuju Suriah
-
Kondisi Aman di Suriah? 18.000 Pengungsi Pulang Kampung dari Yordania usai Assad Lengser
-
Satu Juta Pengungsi Suriah Diprediksi Pulang Kampung di 2025, UNHCR Ingatkan Potensi Bahaya
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup