Suara.com - Sebanyak 30 sekolah SD-SMP dan sederajat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terhenti aktivitas belajar mangajar karena bencana alam banjir luapan Sungai Woyla akibat tingginya intensitas curah hujan.
Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Barat Thamren mengatakan, aktivitas belajar 30 sekolah tersebut terpaksa diliburkan karena air banjir memasuki ke dalam ruangan belajar, bahkan akses jalan menuju ke sekolah.
"Pihak sekolah sebenarnya bukan meliburkan muridnya, tapi karena kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas belajar mengajar sebab banjir memasuki ruangan kelas dalam tiga hari ini," katanya di Meulaboh, Rabu (19/10/2016).
Banjir luapan sungai akibat tingginya intensitas curah hujan telah melanda selama tiga hari terakhir. Banjir mengepung sembilan dari 12 kecamatan, meski sebagian kawasan dilaporkan berangsur surut, namun ada beberapa titik lain justru semakin bertambah.
Jelas Thamren, sebagian besar guru malahan tetap hadir ke sekolah mereka walaupun dalam kondisi banjir, kehadiran mereka tidak melaksankana aktivitas mengajar akan tetapi mengamankan semua mobiler dan fasilitas pendidikan.
Pihaknya belum mendata terhadap kerusakan material baik itu mobiler maupun prasarana sekolah karena sebagian sekolah hingga hari ketiga bencana alam ini masih tergenang air banjir dengan ketinggian berfariasi.
"Baru dapat berlangsung proses belajar mengajar di sekolah apabila kondisi alam sudah normal baru bisa diaktifkan kembali, Karena tidak mungkin mengajar digenangan air, sayang juga murid," tambahnya.
Sementara itu Mariati, salah seorang guru SDN 11 Blang Beurandang kepada wartawan menjelaskan, bahwa di sekolah itu telah terhenti aktivitas belajar sejak Sabtu (15/10) karena guyuran hujan lebat membuat siswa dan guru tidak bisa hadir.
"Kalau sekolah kami sudah sejak hari Sabtu pekan lalu tidak masuk karena hujan berat, anak anak tidak bisa sekolah. Kemudian sudah banjir sampai hari ini. Kalau besok surut bisa datang ke sekolah tapi untuk bersih-bersih, belum bisa belajar," katanya.
Data dirilis Pusdalop BPBD Aceh Barat pada 19 Oktober 2016 pukul 15.57 WIB, banjir meliputi sembilan kecamatan, 139 desa, dengan korban terdampak banjir serta pengungsian 14.245 kepala keluarga dengan 49.856 jiwa.
Sejumlah kawasan dilaporkan berangsur surut, namun di sisi lain masih banyak warga yang terisolir terutama di Kecamatan Woyla Barat dan Arongan Lambalek, tim resque BPBD bersama Satgas SAR masih akan melanjutkan evakuasi warga terisolir pada hari keempat dilanda banjir.
Sementara masyarakat pengungsian masih bertahan di tenda Desa Pasie Masjid dan Gedung SKB, sementara sebagian masyarakat pedalaman bertahan di tempat-tempat yang lebih tinggi dan aman atau tempat evakuasi sementara. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digeladang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia