Suara.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap pelaksana tugas gubenur Jakarta dari pejabat eselon satu Kementerian Dalam Negeri mau melakukan disposisi surat masuk kepada dinas terkait. Ahok khawatir plt gubernur tidak melakukan itu.
"Yang paling khawatir kalau ada surat masuk Plt nggak mau disposisi," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (25/10/2016).
Ahok mengatakan apabila hal tersebut tidak dikerjakan plt, setelah kembali menjabat sebagai gubernur DKI sekitar pertengahan Februari 2017 akan banyak pekerjaan yang menumpuk. Ahok mengajukan cuti selama masa kampanye di Pilkada Jakarta 2017, dimulai dari 28 Oktober 2016 sampai dengan 11 Februari 2017.
"Kalau masuk lagi ya bisa jadi 10 koper nanti (kerjaan). Ya kita akan tetap selesaikan," katanya.
Selama menjabat sebagai gubenur, Ahok mengatakan surat masuk dari warga Jakarta sudah disposisi kepada dinas terkait, dengan waktu kurang dari satu minggu. Dia bercerita, sering kali membawa pekerjaan pada Sabtu dan Minggu ke rumah.
"Ya masyarakat jadi tahu, jadi lambat saja. Biasanya saya selalu buat surat masuk nggak lebih dari satu minggu. Kalau Jumat nggak selesai (kerjaan), saya bawa Sabtu-Minggu. Sehinga Senin pagi waktu rapim meja selesai semua," ucap Ahok.
Sejauh ini, Ahok mengaku belum tahu siapa pejabat Kemendagri yang akan menempati posisi gubernur DKI untuk sementara. Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo kemarin pagi, Ahok juga tidak dikasih tahu.
"Nggak tahu (siapa Plt-nya). Aku juga nggak naya (ke presiden)," katanya.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan calon Plt Gubernur DKI sudah mengerucut dua nama. Mereka dalah Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Soni Sumarsono.
"Saya nggak tahu siapa (Plt-nya), biasanya nggak mungkin sekjen, sekjen terlalu sibuk. Logikanya pasti bukan sekjen," ucap Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kemensos Mulai Salurkan Santunan Korban Banjir Sumatra ke Ahli Waris, Segini Nominalnya
-
Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
-
Tercemar Pestisida, Kapolres Tangerang Kota Larang Warga Konsumsi Ikan Mati di Sungai Cisadane
-
2 Pilot Pesawat Smart Air Tewas Usai Diserang OTK di Papua, Polisi Buru Pelaku
-
Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
-
Sebut Trenggono Menteri Sahabat, Purbaya Jawab Soal Mandeknya Order Kapal dari Inggris
-
Dua Pilot Tewas, Polisi Terobos Medan Ekstrem Usai Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel
-
5 Tuntutan Guru Madrasah ke DPR: Hapus Diskriminasi P3K Hingga Gaji Wajib Cair Tanggal 1
-
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Siap-Siap Hujan Lebat dan Angin Kencang!
-
Prabowo Panggil Menteri Airlangga Hingga Purbaya ke Istana, Ada Apa?