- Pemerintah melalui Kementerian Sosial menyalurkan santunan ahli waris korban bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
- Santunan kebencanaan ini merupakan bagian dari bansos adaptif masa rehabilitasi, dengan besaran Rp15 juta bagi korban meninggal.
- Hingga 11 Februari 2026, hampir seribu ahli waris korban di tiga provinsi telah menerima santunan secara bertahap.
Suara.com - Pemerintah mulai menyalurkan santunan terhadap ahli waris korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Penyaluran santunan itu dilakukan oleh Kementerian Sosial berdasarkan data yang diberikan oleh setiap bupati/walikota setempat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa santunan itu termasuk dalam skema bantuan sosial atau bansos adaptif kebencanaan saat masa rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Bansos adaptif kebencanaan itu dibagi dua, yaitu satu saat masa kedaruratan dan kedua saat masa rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Gus Ipul saat konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatra di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Kemensos menetapkan besaran santunan untuk korban meninggal diberikan kepada ahli waris sebesar Rp 15 juta per jiwa. Kemudian untuk santunan korban luka berat sebesar Rp 5 juta per jiwa.
Gus Ipul menyebutkan bahwa pihaknya telah menyalurkan hampir seribu jiwa santunan kepada masing-masing ahli waris. Santunan itu akan disalurkan secara bertahap, menyusul data yang diberikan pemerintah daerah.
“Santunan untuk ahli waris hampir seribu yang sudah menerima di tiga provinsi berdasarkan data yang diberikan bupati/walikota kepada kami. Jadi santunan diberikan secara bertahap hingga saat ini sudah hampir seribu korban jiwa yang diberikan santunan kepada ahli waris,” ucapnya.
Secara berkala, Kemensos juga turut membagikan bansos reguler triwulan pertama 2026 sejak akhir Januari lalu. Gus Ipul menyampaikan, bansos rutin itu berupa sembako dan uang tunai Program Keluarga Harapan (PKH).
“Sejak dua minggu lalu sudah disalurkan secara nasional, termasuk di tiga provinsi di Sumatra, Aceh, Sumatra Barat,dan Sumatra Utara, dengan nilai lebih dari Rp1 triliun,” ucap Gus Ipul.
Baca Juga: Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
Berita Terkait
-
Exclude Bansos Artinya Apa? Begini Cara Menyanggah Agar Bisa Aktivasi Lagi
-
Algojo Algoritma: Saat 11 Juta Peserta BPJS PBI Dicoret Demi Rapikan Data
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Gus Ipul Instruksikan Jajaran Kemensos Kerja Berbasis Data dan Membumi
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL