Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI Syarifuddin Sudding mengatakan mencari aktor intelektual kematian aktivis HAM Munir Said Thalib tidak susah. Apalagi, sudah ada tersangka pembunuhan, Pollycarpus sudah dipidana dan sudah bebas.
"Kalau dilihat dari latarbelakang kematian Munir ini kan satu orang sudah diminta pertanggungjawaban hukum si Pollycarpus. Sekarang tuntutannya siapa dalang intelektualnya itu yang mau diungkap," kata Sudidng di DPR, Jakarta, Rabu (26/10/2016).
Sudding menganggap aparat penegak hukum bisa mengorek informasi dari Pollycarpus yang merupakan Mantan Pilot Garuda Indonesia itu.
Apalagi, Sudding menganggap Pollycarpus tidak memiliki kepentingan dalam pembunuhan Munir ini.
"Karena kalau hanya sebatas keinginan Pollycarpus sendiri, kepentingan apa yang bersangkutan membunuh Munir? Paling tidak ada suatu grand design dibalik kasus ini dan siapa otak aktor intelektualnya," ujar dia.
Ketua DPP Hanura ini menyebut pengungkapan aktor intekeltual dalam kasus ini menjadi pertaruhan pemerintah. Sebab, menurutnya, dari pengungkapan kasusbini akan diketahui mana yang lebih kuat, antara penegakan hukum atau politik.
"Nah ini kan menjadi pertaruhan menurut saya. Ini menjadi pertaruhan dr pemerintah saat inu apakah hukum dikalahkan oleh politik. Karena selama ini kita selalu mendengungkan apalagi Nawacita Jokowi ingin menghadirkan negara dalam konteks penegakan hukum," katanya.
"Saya kira ini sudah saatnya menbuktikan kepada masyarakat bila hukum menjadi nglima dan itu sudah diatur dalam UUD," tambah Sudding.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Ada Ancaman Sandera Anggota DPR, Mahasiswa Tolak Rencana Demo AMPB 27 Agustus
-
Praperadilan Febrie, Ahli: TPPU Tak Bisa Berdiri Sendiri, Harus Ada Tindak Pidana Asal
-
BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel
-
Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman
-
Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar