Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyayangkan jika calon petahana gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gagal mengikuti pemilihan kepala daerah Jakarta periode 2017-2022 karena tersandung kasus dugaan penistaan agama.
"Pasangan Agus-Sylviana dan Anies-Sandi tidak bangga kalau Pak Ahok tidak bisa ikut karena WO (walk out)," kata Yudhoyono dalam konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/11/2016).
Pilkada Jakarta diikuti oleh tiga pasangan kandidat. Nomor urut pertama pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung Partai Demokrat, PKB, PPP kubu Romahurmuziy, dan PAN. Agus merupakan putra sulung Yudhoyono. Nomor urut dua pasangan Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Gerindra, Hanura, Golkar, dan PPP kubu Djan Faridz. Dan nomor urut tiga pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS.
Yudhoyono berharap tiga pasangan kandidat dapat bertarung secara total, tetapi tetap taat asas.
"Tiga pasangan ini harus tetap diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti kampanye, biar ketiganya berkompetisi secara adil dan demokratis. Biar nanti rakyat Jakarta yang menentukan siapa yang paling tepat memimpin Jakarta," tuturnya.
Lebih jauh, Yudhoyono mendorong supaya proses hukum terhadap Ahok tetap dijalankan dengan asas equality before the law atau kesamaan di mata hukum.
Seperti diketahui, Ahok dilaporkan sejumlah organisasi ke Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penistaan agama. Kasus ini pula yang diangkat ormas Islam dalam demonstrasi yang akan diselenggarakan pada Jumat (4/11/2016).
"Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum jangan sampai dia dianggap kebal hukum. Ingat kesamaan di mata hukum. Jangan ada anggapan Pak Ahok tidak boleh disentuh," kata Yudhoyono.
Berita Terkait
-
Soroti Era SBY dan Jokowi, Purbaya Sebut Mesin Ekonomi Indonesia Pincang Selama 20 Tahun
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi
-
Kalau Standarnya Cuma "Daripada Dikorupsi", Semua Program Terlihat Bagus
-
Bursa Kripto CFX10 Melesat, Bitcoin dan Ethereum Naik
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
-
Kala Lapar Bertemu Deadline Kerjaan Tanpa Ampun, Lahirlah Kutukan 'Hangry'
-
Pemerintah Ubah Sebutan Pemulung Jadi 'Pemilah Sampah', Bakal Jadi Profesi Terlindungi
-
Kasus Kematian Mantan Istri Anggota Polri, Komisi III DPR RI: Jangan Gegabah Simpulkan Bunuh Diri
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Waspada Potensi Bencana Alam di Jateng, Sarif Abdillah: Pelatihan Relawan Jangan Kendor!
-
Berbagi Kisah & Harapan: Ketika Menagih Pajak Tidak Sekadar Soal Angka