Suara.com - Kementerian Sekretariat Negara mengatakan pemerintah mengajukan keberatan atas keputusan Komisi Informasi Pusat (KIP) atas dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir.
Dalam putusannya, KIP memerintahkan pemerintah mengumumkan dokumen hasil TPF Munir yang meninggal terbunuh dalam perjalanan dari Jakarta menuju Amsterdam.
Kemensesneg beralasan puturan KIP bisa menimbulkan beragam penafsiran. Di satu sisi, Kemensesneg diminta untuk mengumumkan hasil laporan TPF Munir. Tapi, di sisi lain Kemensesneg diperintahkan untuk mengumumkan pernyataan dalam persidangan di KIP.
"Padahal di persidangan itu kan Kemensesneg sudah menjelaskan tidak pernah menerima maupun menguasai laporan TPF," kata Menteri Sekretariat Negara, Pratikno, dalam jumpa pers di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
Dokumen asli hasil TFP Munir sendiri belum ditemukan. Sementara, pemerintahan sebelumnya hanya memiliki salinan dokumen yang telah diverifikasi tim TFP.
Salinan itu telah diberikan mantan Mensesneg Sudi Silalahi kepada pemerintah. Saat ini, dokumen itu telah diserahkan kepada Jaksa Agung.
"Kami meneruskan fotokopi dokumen yang sudah kami terima dari bapak Sudi Silalahi kepada Jaksa Agung, karena Jaksa Agung yang diperintah presiden untuk menindaklanjuti semuanya. Itu yang tadi saya laporkan kepada presiden," jelas Pratikno.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
-
Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi
-
Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah
-
Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya
-
BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya
-
36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan