Suara.com - Ketika memberikan pengarahan kepada 1.217 prajurit Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat di Cijantung, Jakarta Timur, Presiden Joko Widodo menegaskan Kopassus merupakan pasukan cadangan yang setiap saat bisa dia gerakkan.
"Jadi di sini (Mako Kopassus) ada satuan Sandhi Yudha, satuan Para Komando, dan satuan Gultor (penanggulangan teror). Ini merupakan pasukan cadangan yang dalam keadaan darurat bisa saya gerakkan sebagai Panglima Tertinggi lewat Panglima TNI untuk keperluan-keperluan khusus," kata Panglima Tertinggi Jokowi kepada jurnalis usai pengarahan.
Namun, Kepala Negara menyanggah situasi Indonesia saat ini sedang dalam keadaan darurat.
Pengarahan kepada para prajurit Kopassus merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pahlawan.
"Tidak ada (situasi darurat). Ini hari Pahlawan, tadi kan (penyataannya) ada kalaunya," ujar dia.
Presiden berpesan kepada generasi muda untuk selalu menghargai jasa-jasa para pahlawan.
Generasi muda merupakan penerus cita-cita kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan.
"Saya kira kewajiban kita itu memperjuangkan terus apa yang menjadi cita-cita para pahlawan baik dalam memakmurkan, menyejahterakan, dan memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tutur dia.
Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono.
Kendati demikian, kehadiran Jokowi ke markas Kopassus tetap memunculkan pertanyaan publik. Pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan Presiden. Wajar saja muncul pertanyaan seperti itu, mengingat momentumnya tepat ketika situasi politik nasional sedang panas pasca 4 November.
Berita Terkait
-
Praperadilan Ditolak, Roy Suryo Tetap Jadi Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jaksa Minta Hakim Abaikan Keberatan Dokter Tifa, Ini Alasannya
-
Video Cristiano Ronaldo: Selama Ini Dihina Saya diam Tapi Hari Ini Saya Akan Lawan!
-
Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah
-
Pria Tewas Diduga Dianiaya saat Melerai Perkelahian di Hiburan Malam Karimun
-
Berawal dari Teller, Ketangguhan Mantri BRI Ini Menginspirasi Warga Toraja Utara
-
Soal Ucapan 'Londo Ireng', PDIP: Kritik Tak Boleh Dibungkam!
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
-
Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang