Suara.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjawab beberapa pertanyaan wartawan tentang situasi politik nasional akhir-akhir ini, terutama sejak demonstrasi 4 November dan muncul isu aksi lanjutan pada 25 November.
Pramono juga menjawab pertanyaan apakah Presiden berencana menemui Front Pembela Islam. Seperti diketahui, Presiden mengundang dan menemui semua pimpinan ormas Islam, tetapi DPI tidak masuk daftar. Padahal, FPI merupakan salah satu ormas yang ikut demo 4 November.
"Ya Presiden bisa berkomunikasi dengan siapa saja, tapi yang jelas Presiden tentunya melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh yang diharapkan bisa menentramkan persoalan ini. Jadi itu yang dilakukan," kata Pramono di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (14/11/2016).
Terkait isu demonstrasi 25 November memiliki agenda melengserkan Presiden Jokowi, dibantah Pramono.
"Tidak (pelengseran Jokowi). Yang jelas Presiden bersilaturahmi, berkomunikasi, berdialog dengan siapapun agar masyarakat ini segera tenang. Karena momentum perbaikan ekonomi yang sedang kita lakukan bisa terganggu kalau ketegangan itu masih terjadi," tutur dia.
Pramono mengatakan Presiden sudah berkali-kali menegaskan tidak akan akan mengintervensi proses hukum kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Maka memberikan kewenangan sepenuhnya pada Polri untuk menindak lanjuti itu, dan mudah-mudahan segera ada keputusan," kata dia.
"Intinya mengharapkan tanggal 25 November tidak ada demo lagi kalau kasus ini sudah diputuskan secara terbuka dan memenuhi harapan publik tanpa ada tekanan apapun pada penegak hukum. Karena negara ini adalah negara hukum, bukan negara berdasarkan tekanan kekuatan politik siapapun yang melakukan itu," Pramono menambahkan.
Berita Terkait
-
Tim Peneliti Ijazah Jokowi Buka Suara, Sebut Dokumen KPU Harusnya Sah Diuji Publik
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Diserang Balik Isu Ijazah Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya!
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso
-
Bela Istri dari Jambret, Suami di Sleman Jadi Tersangka: Pakar Ungkap Titik Kritis Pembuktiannya
-
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Izinnya Dicabut Masih Beroperasi di Sumatra, Ini Alasannya
-
Pengakuan Dito Ariotedjo Usai Diperiksa KPK: Saya Tak Ada di Lokasi Saat Rumah Mertua Digeledah
-
KPK: Bupati Pati Sudewo Berpotensi Raup Rp 50 Miliar Jika Pemerasan Terjadi di Seluruh Kecamatan
-
KPK Geledah DPMPTSP Madiun, Uang Ratusan Juta Disita Usai OTT Wali Kota Maidi
-
Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam
-
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
-
Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris
-
Kasatgas Tito Dorong Pembukaan Akses dan Penataan Hunian Pascabencana di Aceh Timur