Suara.com - Kuasa hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso, Hidayat Bostam, mengatakan bakal mengupas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam memori banding. Menurut dia banyak fakta persidangan dan keterangan saksi ahli yang dikesampingan majelis hakim sebelum memvonis Jessica selama 20 tahun penjara.
"Masalah rekaman CCTV, 17 saksi tidak melihat Jessica tuangkan sianida. Nah itu kan dalam fakta persidangan. Kenapa dikesampingkan. Kita akan kupas putusan majelis hakim," kata Bostam kepada Suara.com, Senin (14/11/2016).
Hidayat mengatakan hasil pemeriksaan Puslabfor Mabes Polri tidak bisa membuktikan Mirna meninggal karena racun sianida.
"Yang jelas bahwa di gelas itu ada sianida menurut Puslabfor 7.900 mili. Tapi dari puslabfor keluar lagi, di organ tubuh Mirna tidak ditemukan sianida. Nggak ada sianida di situ," katanya.
Dia juga menganggap pendapat majelis hakim subyektif dengan tidak mempertimbangkan sejumlah fakta di persidangan.
"Tapi hakim kan berpendapat lain. Kopi itu dipesankan Jessica, Kata si Binsar (Hakim anggota), dia (Mirna) minum kopi, terus mati. Emang hakim yang bisa menentukan matinya kenapa, yang bisa menentukan penyebab kematian adalah autopsi, bukannya hakim. Hakim itu menanyakan kepada ahli," kata dia.
Dia menyayangkan sikap hakim yang mempermasalahkan tangisan Jessica ketika membacakan nota pembelaan. Tangisan Jessica dianggap direkayasa.
"Kenapa dia malah mempermasalahkan air mata dengan ingus (Jessica) yang tidak keluar. Lihat rekamannya itu nangis beneran kok. Nanti itu yang akan disampaikan di memori banding itu," katanya.
Bostam optimistis dapat mementahkan putusan hakim.
"Yakin, Kan fakta persidangannya mengatakan begitu," kata dia
Majelis hakim Pengadilan negeri Jakarta Pusat pada Kamis (27/10/2016) menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Jessica dalam kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin.
Berita Terkait
-
Ditanya Terus soal Kopi Sianida, Jessica Wongso Kena Mental dan Tutup Akun
-
PK Jessica Wongso Ditolak Lagi! Babak Akhir Kasus Kopi Sianida?
-
Drama Kasus Kopi Sianida: PN Jakpus Kembali Tolak Mentah-mentah PK Jessica Kumala Wongso
-
Jessica Wongso di Media Australia, Wawancara Kontroversial Picu Kemarahan Masyarakat
-
MA Proses PK Jessica Wongso dalam Kasus Kopi Sianida Mirna
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!